Kawasan Industri Terintegrasi dengan Pendidikan dan Riset

Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan kontribusi kampus tidak hanya sebatas penyediaan lahan.

Ke depan, kawasan tersebut akan diintegrasikan sebagai bagian dari ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang menghubungkan kegiatan industri dengan tri dharma perguruan tinggi.

"Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional," ujar Ahmad Juanda.

Kawasan tersebut juga dirancang menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri.

Memperkuat Industri Kesehatan Nasional

Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia, langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Indonesia.

"Kolaborasi lintas sektor ini menjadikan kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan demi menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa," kata Ahmad Juanda.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus dihadiri oleh Haedar Nashir, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris BPH UMM Fauzan, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta sejumlah undangan lainnya.

>>> UEFA Tunjuk Wasit Somalia Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa 2026

Pabrik yang ditargetkan beroperasi pada 2027 tersebut diproyeksikan menjadi penopang penting rantai pasok alat kesehatan, baik untuk jaringan rumah sakit Muhammadiyah maupun masyarakat secara luas.