Selanjutnya Top 3 ada semacam break dulu, urutan ketiga majunya," jelas Syarifah Naura mengenai tahapan seleksi kompetisi.

Pada babak Top 8 dan Top 3, Syarifah harus melewati sesi tanya jawab dengan dewan juri, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno.

"Kalau di Top 8 ditanya bagaimana mekanisme mengenai impact Smart Bronjong, untuk kalangan siapa aja, mekanisme seandainya rusak apa yang harus dilakukan," tutur Syarifah Naura.

Sebagai bagian dari babak Top 8, Syarifah mengikuti rangkaian workshop selama tiga hari dari tanggal 1 hingga 3 Juni 2026 yang meliputi kegiatan pembersihan pantai di Muara Angke dan Pulau Kelor, serta kunjungan ke Sekretariat ASEAN.

>>> Elon Musk Ungkap Rahasia Otak Mengingat Informasi Lebih Baik

"Kita bersihkan pantai, menanam mangrove dan belajar sejarah Pulau Kelor.

Hari kedua presentasi di Kemenlu dan hari hari ketiganya kita ke ASEAN Secretariat belajar history ASEAN," jelas Syarifah Naura yang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Inovasi Smart Bronjong miliknya dinilai memberikan nilai ESG dengan membuka peluang kredit karbon wilayah pesisir serta mengurangi biaya asuransi melalui peningkatan perlindungan pantai.

"Sebenernya pengen banget riset, karena banyak keterbatasan. Seandainya diberikan fasilitas lebih uji coba pengen implementasikan ide aku ini," harap Syarifah Naura.

Ajang Youth ESG in Maritime Innovation Challenge 2026 ini membagi kompetisi menjadi dua kategori, yaitu SMA dan Universitas, dengan total peserta masing-masing sebanyak 120 orang.

Sementara kategori SMA dimenangkan oleh Syarifah, juara satu kategori Universitas diraih oleh delegasi dari Chulalongkorn University, Thailand.

Daftar Pemenang Youth ESG in Maritime Innovation Challenge 2026