Manajer Manchester United Michael Carrick mulai menyusun rencana besar untuk merombak komposisi tim menjelang musim 2026/2027.

Perubahan signifikan yang sedang dipersiapkan oleh juru taktik asal Inggris tersebut berfokus pada transformasi peran Kobbie Mainoo di sektor lini tengah.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF

Carrick mendapatkan inspirasi dari strategi Paris Saint-Germain (PSG) yang sukses mendominasi permainan lewat kolaborasi tiga gelandang utama mereka, yaitu Fabian Ruiz, Joao Neves, dan Vitinha.

Perpaduan performa ketiga pemain tersebut menjadi pilar penting yang membawa PSG merengkuh trofi Liga Champions pada musim lalu.

Setelah resmi mengemban tugas sebagai pelatih kepala Setan Merah, Carrick langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi persaingan di musim baru.

Manchester United dijadwalkan akan berkompetisi pada empat ajang sekaligus, meliputi Premier League, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Langkah pembenahan tidak hanya dilakukan melalui perburuan pemain di bursa transfer, melainkan juga lewat perubahan mendasar pada gaya permainan tim.

Meski mengemas 12 kemenangan dari 17 laga sejak menggantikan Ruben Amorim, Carrick menginginkan skuadnya tampil lebih dominan dalam penguasaan bola seperti gaya bermain PSG di bawah arahan Luis Enrique.

Saat ini PSG mengandalkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Ruiz, Neves, dan Vitinha sebagai motor serangan.

Sementara itu, Carrick lebih sering menerapkan skema dasar 4-2-3-1 di Manchester United, yang memberikan kebebasan bagi Bruno Fernandes untuk bergerak lebih maju dalam mendukung penyerang.

Dalam skema taktis yang tengah dirancang oleh Carrick, Mainoo diproyeksikan untuk mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Gelandang muda Timnas Inggris tersebut akan diinstruksikan untuk lebih aktif melakukan pergerakan menusuk ke area pertahanan lawan tanpa mengabaikan kontribusi bertahannya.