Barcelona dilaporkan membatalkan rencana untuk mempermanenkan status Marcus Rashford.

Keputusan ini diambil karena nilai transfer dan tuntutan upah pemain asal Inggris itu dinilai terlalu membebani anggaran klub.

>>> Apple Rilis Fitur Keamanan Anak Baru di iPhone dan iPad

Manajemen Barcelona awalnya berniat mempertahankan Rashford setelah ia menunjukkan performa impresif.

Sepanjang musim, ia mencatatkan 14 gol dan 14 assist di berbagai kompetisi, serta membantu tim meraih gelar LaLiga dan Piala Super Spanyol.

Namun, langkah tersebut terganjal restu Manchester United yang menetapkan harga mati sebesar 30 juta euro. Sementara itu, Barcelona hanya bersedia membayar di kisaran 15 hingga 18 juta euro.

Sebelumnya, Barcelona telah menggelontorkan dana 80 juta euro untuk merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United.

Faktor lain yang memberatkan adalah upah mingguan Rashford yang mencapai lebih dari 300 ribu euro per pekan.

>>> Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax

Kondisi finansial klub yang belum sepenuhnya pulih memaksa manajemen untuk lebih selektif dalam mengatur neraca keuangan.

Secara teknis, performa Rashford dianggap kurang berkontribusi dalam membantu lini pertahanan dibandingkan Anthony Gordon.

Usia Rashford juga menjadi pertimbangan, karena ia empat tahun lebih tua dari rekrutan baru mereka.

Rangkaian alasan tersebut akhirnya membuat Barcelona memutuskan untuk mengembalikan sang penyerang ke Old Trafford.

>>> Pemprov NTB Salurkan Gaji PPPK Rp23,35 Miliar Lewat BPR

Masa peminjaman Rashford di skuad Los Cules dipastikan berakhir pada 30 Juni mendatang.