Pemerintahan Amerika Serikat dikabarkan telah merancang rencana untuk mengalihkan tanggung jawab jika virus Ebola masuk ke wilayah mereka selama Piala Dunia 2026.

Laporan Axios menyebut para pejabat di bawah komando Donald Trump sudah menyadari risiko masuknya virus mematikan tersebut.

>>> Harga Emas Perhiasan 10 Juni 2026 Naik Tipis, Tertinggi Rp2,385 Juta per Gram

Ancaman ini muncul seiring kedatangan jutaan penggemar sepak bola ke 16 kota tuan rumah di AS, Kanada, dan Meksiko.

Alih-alih fokus pada mitigasi, pemerintah AS disebut telah menyiapkan narasi khusus. Mereka bersiap menyalahkan kebijakan pelonggaran pembatasan perjalanan dari negara-negara Eropa apabila kasus Ebola ditemukan di tanah Amerika.

Para pejabat AS dilaporkan telah mendesak para pemimpin Eropa untuk memperketat aturan perjalanan menuju Afrika Tengah. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini sebelum turnamen dimulai.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh sejumlah pemimpin Eropa. Mereka menilai prosedur pelacakan kontak yang sudah berjalan saat ini sudah cukup memadai.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menegaskan sikap keras pemerintah. "Negara-negara Eropa harus melakukan bagian mereka untuk memastikan wabah ini tidak menyebar lebih jauh.

Tindakan diperlukan sekarang," ujarnya.

Jika nantinya terjadi wabah, pemerintah AS disebut siap menimpakan kesalahan kepada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta para pemimpin Eropa yang dianggap abai.

>>> Morinaga Gold Hadirkan Door of Future Surprise, Berhadiah Liburan ke Jepang

Varian virus yang menjadi perhatian utama adalah Ebola Bundibugyo. Jenis ini sangat mengkhawatirkan karena belum memiliki vaksin dan memiliki tingkat kematian mencapai 50 persen.

Risiko Mobilitas Massa di Piala Dunia

Dr. Andres Henao, Profesor Madya Kedokteran dan Penyakit Menular di Universitas Colorado Anschutz, menyoroti besarnya risiko dari mobilitas jutaan orang selama lima minggu.