Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan empat astronot utama untuk misi Artemis III pada Selasa malam, 9 Juni 2026, di Johnson Space Center, Houston.

Misi yang dijadwalkan meluncur pada 2027 ini akan melakukan serangkaian pengujian rumit di orbit Bumi.

>>> Xiaomi Luncurkan MiMo-V2.5-Pro, Model AI dengan Inferensi Super Cepat

Langkah ini menjadi persiapan krusial sebelum misi berawak pertama menuju Kutub Selatan Bulan melalui Artemis IV pada 2028.

Empat astronot yang ditunjuk sebagai kru utama adalah Randy Bresnik sebagai Komandan, Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) sebagai Pilot, serta Andre Douglas dan Frank Rubio sebagai Spesialis Misi.

NASA juga menunjuk Bob Hines sebagai kru cadangan.

Keterlibatan Luca Parmitano mencatat sejarah sebagai astronot ESA pertama yang berpartisipasi langsung dalam program Artemis.

"Artemis III akan mendorong batas-batas operasional wahana antariksa di orbit.

Penunjukan Luca sebagai pilot mencerminkan kedalaman keahlian Eropa dalam penerbangan luar angkasa berawak," ujar Josef Aschbacher, Direktur Jenderal ESA.

ESA menegaskan keterlibatan ini memperkuat posisi Eropa dalam penjelajahan antariksa modern bersama AS.

>>> Trailer The Bear Season 5 Tampilkan Carmy Kembali ke Restoran

Uji Coba Teknologi Komersial

Melalui misi ini, teknologi dari dua perusahaan komersial akan diuji coba menggunakan roket Space Launch System (SLS) milik NASA yang menerbangkan pesawat Orion dari Kennedy Space Center di Florida.

Orion akan disimulasikan untuk melakukan pertemuan dan penambatan dengan purwarupa sistem pendaratan manusia (HLS) buatan Blue Origin dan SpaceX.

Dalam skema operasional, wahana Blue Origin diluncurkan terlebih dahulu untuk bersiap di orbit, kemudian disusul Orion yang membawa kru untuk menempel selama dua hari.