Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, mengaku tidak pernah menonton ulang pertandingan final Piala Dunia 2022 melawan Argentina.

Ia menghindari trauma psikologis akibat kekalahan tersebut.

>>> Australia Imbangi Kamboja 2-2, Timnas Indonesia U-19 Tantang Young Socceroos di Semifinal

Pernyataan itu disampaikan Mbappe dalam wawancara eksklusif bersama Sorare menjelang Piala Dunia 2026. Penyerang Real Madrid itu mengaku lebih memilih fokus membangun warisan baru bersama klubnya.

Prancis kalah melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 3-3 di Stadion Lusail pada 18 Desember 2022. Meski Mbappe mencetak hat-trick, kekalahan itu tetap meninggalkan kekecewaan mendalam.

Final Terbaik Sepanjang Masa

Mbappe menyebut final tersebut sebagai yang terbaik dalam hal hiburan. "Tidak ada yang menandingi dari sisi hiburan, pertarungan, dan alur pertandingan yang penuh liku-liku," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa laga itu bersejarah karena menjadi trofi Piala Dunia pertama Lionel Messi atau gelar back-to-back untuk Prancis.

"Apa pun hasilnya, itu akan menjadi tonggak sejarah," kata Mbappe.

Namun, Mbappe enggan menonton ulang rekaman pertandingan tersebut. "Apakah saya pernah menontonnya lagi?

>>> Timnas Indonesia U-19 Siap Tempur di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Tidak pernah! Saya pikir jika melakukannya, itu akan membangkitkan setan-setan lama," tegasnya.

Penyerang berusia 27 tahun itu mengakui bahwa adu penalti adalah cara paling kejam untuk menentukan pemenang.

"Pertandingan berakhir dengan adu penalti, cara yang paling brutal untuk siapa pun," ungkapnya.

Fokus ke Masa Depan

Meski trauma masih terasa, Mbappe memilih beranjak dari masa lalu. "Kami harus move on.

Kami kalah," katanya. Kini ia fokus menorehkan sejarah bersama Real Madrid.

Mbappe bersiap memimpin Prancis dalam kampanye Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal di Stadion MetLife pada 16 Juni 2026.

>>> Mikel Oyarzabal Cetak Gol ke-25 dan Ukir Rekor Baru untuk Spanyol

Ia bertekad meninggalkan jejak di sejarah klub barunya.