Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan kebijakan bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara. Langkah ini bertujuan memperkuat pasokan devisa di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat, menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

>>> FORKI Jakarta Juara Umum Adidas Open 2026 dengan 38 Emas

Tahun lalu, Indonesia hanya mencatat 15 juta kunjungan, sementara Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, dan Malaysia 40 juta.

Firman menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan pada Selasa (9/6/2026). Ia menekankan bahwa kebijakan bebas visa tidak membutuhkan anggaran besar.

“Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran misalkan kita bisa ngasih bebas visa kunjungan ke beberapa negara yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia,” ujar Firman.

>>> DPR Sahkan RUU Polri, Atur Batas Usia Pensiun Perwira Tinggi

DEN menargetkan bebas visa bagi negara-negara berpendapatan tinggi yang berpotensi besar menyumbang wisatawan. Selain itu, DEN juga mendorong peningkatan pengiriman tenaga kerja migran Indonesia yang terampil.

Menurut Firman, sektor pekerja migran seperti perawat dan teknisi masih memiliki ruang pertumbuhan besar. “Karena kalau dibandingkan dengan Filipina juga jumlahnya kita masih rendah Indonesia.

Jadi program untuk peningkatan pekerja migran berkualitas bisa bantu meningkatkan devisa ke depan,” lanjutnya.

>>> Budi Gunadi dan Chatib Basri Bantah Isu Jadi Menteri Keuangan

Kebijakan ini diharapkan dapat mengantisipasi dampak jangka panjang dari konflik geopolitik global. Sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.