"Investasi yang dilakukan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasar global dan menyerap tenaga kerja dengan keterampilan dan tingkat upah yang lebih baik," ujar Purbaya.

Selain memacu investasi, pemerintah berkomitmen mempertahankan daya beli masyarakat melalui penguatan program perlindungan sosial.

Pengendalian inflasi, stabilitas harga, dan perluasan kesempatan kerja menjadi prioritas untuk menjaga konsumsi rumah tangga tetap kuat sebagai pilar pertumbuhan.

Kombinasi solid antara investasi, konsumsi masyarakat, dan belanja prioritas pemerintah diyakini mampu mempercepat perputaran ekonomi di sektor riil.

"Melalui berbagai kebijakan tersebut aktivitas ekonomi dapat berputar lebih cepat, sektor riil bergerak lebih kuat, sehingga mendorong peningkatan konsumsi dan menggairahkan investasi yang memacu laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," katanya.

Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi dalam KEM-PPKF 2027 pada rentang 5,8% hingga 6,5%.

Target ini diproyeksikan sebagai fase perantara menuju sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029.

Pada aspek pengelolaan anggaran, pemerintah berkomitmen menjaga postur RAPBN 2027 tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan.

>>> Bank Mandiri Dukung Kenaikan BI Rate Jadi 5,50 Persen

Defisit anggaran dirancang pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap PDB, dengan target pendapatan negara 11,82% hingga 12,40% PDB dan belanja negara sebesar 13,62% hingga 14,80% PDB.