Presiden Real Madrid, Florentino Perez, kembali menekan UEFA terkait skandal Negreira yang melibatkan Barcelona.

Perez mengirimkan dokumen setebal 500 halaman kepada UEFA setelah memenangkan pemilihan presiden klub pada Minggu lalu.

>>> Michael Olise Cetak Hattrick, Prancis Kalahkan Irlandia Utara

Dalam dokumen tersebut, Real Madrid tidak hanya meminta Barcelona dilarang tampil di kompetisi Eropa, tetapi juga menuntut pencabutan gelar yang diraih sejak 2001 hingga 2018.

Langkah Hukum Real Madrid

Perez mengalahkan Enrique Riquelme dengan perolehan suara 65 persen berbanding 35 persen dalam pemilihan presiden Real Madrid.

Ia mempercepat jadwal pemilihan dan mengumumkan rencana pengiriman dokumen ke UEFA mengenai kasus yang disebutnya sebagai korupsi terbesar dalam sejarah sepak bola.

"Korupsi sistematis dalam kasus Negreira... Bagaimana mungkin kita melupakannya begitu saja?"

ujar Perez dalam konferensi pers pada 12 Mei.

Dokumen tersebut kini telah diserahkan secara resmi kepada UEFA, menurut laporan AS.

Duduk Perkara Kasus Negreira

Kasus Negreira mencuat pada 2023, berpusat pada pembayaran dana senilai 8,4 juta euro kepada perusahaan yang terkait dengan Jose Maria Enriquez Negreira.

Negreira adalah mantan wasit La Liga yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA).

>>> Aturan Baru FIFA: Mengapa Emil Audero Dihukum Karena Mengulur Waktu

Aliran dana tersebut dikirim Barcelona selama 2001 hingga 2018. Tuduhan suap sempat dihentikan pada 2024, tetapi penyelidikan dugaan korupsi olahraga tetap berjalan.

Barcelona membantah tuduhan memengaruhi wasit dan menyatakan Negreira dikontrak sebagai konsultan untuk laporan pemain muda dan analisis perwasitan.

Real Madrid mulai menempuh jalur hukum pada Desember 2025 untuk menuntut kompensasi finansial. Barcelona kini membuka peluang langkah hukum balasan.