>>> IHSG Melonjak 7,57 Persen ke Level 5.746, Tiga Katalis Pendorong

Alibaba menegaskan tidak ada dasar yang membenarkan pencantumannya.

Perusahaan menyatakan bukan bagian dari militer China maupun strategi integrasi sipil-militer, dan akan mengambil langkah hukum terhadap upaya yang mendistorsi perusahaan.

WuXi AppTec menyebut pencantumannya sebagai tindakan keliru dan akan segera menggugat. Baidu secara tegas menolak tuduhan tersebut dan akan menggunakan seluruh opsi untuk dihapus dari daftar.

Beberapa perusahaan lain seperti CXMT, YMTC, RoboSense, Unitree, dan lainnya belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, dua entitas milik CNOOC dihapus dari daftar, namun anak usaha China BlueChemical Limited justru ditambahkan.

Pentagon menjelaskan perusahaan yang masuk daftar masih bisa mengajukan petisi penghapusan.

Ketua House Select Committee on China, John Moolenaar, mengatakan daftar ini merupakan peringatan bagi perusahaan Amerika dan masyarakat AS bahwa perusahaan China tersebut bekerja sama dengan militer China.

Meski tidak berarti sanksi ekonomi langsung, Departemen Pertahanan AS mulai akhir bulan ini dilarang melakukan kontrak langsung dengan perusahaan dalam daftar.

Mulai 2027, larangan diperluas sehingga pemerintah AS tidak boleh membeli produk atau jasa dari perusahaan tersebut melalui pihak ketiga.

NIO menyatakan pembatasan pengadaan tidak akan berdampak pada operasionalnya. Alibaba juga menegaskan pencantuman tidak memengaruhi kemampuannya menjalankan bisnis seperti biasa di AS maupun global.

Pakar China dari Foundation for Defense of Democracies, Craig Singleton, menilai publikasi daftar ini menjadi pengingat bahwa persaingan strategis tetap berlangsung.

>>> Jadwal KRL Jogja-Solo 9 Juni 2026 dan Tarif Flat Rp8.000

Washington kini memandang seluruh rantai teknologi sebagai arena persaingan strategis.