Mereka sudah saling meminta maaf, dan sekarang kami harus fokus ke pertandingan," ungkap Arbeloa.

Bagi Arbeloa, tindakan membeberkan dinamika internal ke pihak luar merupakan pelanggaran komitmen yang berat. Tindakan tersebut dipandangnya sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap institusi klub.

"Saya ulangi lagi, membocorkan hal-hal yang terjadi di ruang ganti menurut saya adalah bentuk pengkhianatan dan ketidaksetiaan terhadap lambang klub ini," tegas Arbeloa.

Meskipun menaruh perhatian besar pada masalah ini, Arbeloa menegaskan dirinya tidak melakukan investigasi khusus untuk mencari pelaku utama di balik layar.

Tanggung jawab ke depan difokuskan pada pemulihan komunikasi internal yang sehat.

"Tidak, saya tidak bekerja untuk CIA dan saya tidak menuduh pemain. Ada banyak orang yang terlibat di Real Madrid.

Apa yang terjadi dengan para pemain saya, akan tetap menjadi urusan mereka dan saya. Kami harus memberi contoh," ucap Arbeloa.

Pihak manajemen Real Madrid dilaporkan telah melakukan penelusuran internal untuk mengidentifikasi sosok pembocor informasi tersebut.

>>> Real Madrid Alihkan Target ke Josko Gvardiol Usai Gagal Buru Bek Lain

Langkah ini diambil setelah rentetan isu internal lain seperti perselisihan Alvaro Carreras dan Antonio Rudiger, hingga kabar ketidakpuasan terhadap Kylian Mbappe turut tersebar luas.