Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengecam keras tindakan pembocoran informasi internal tim.

Hal ini menyusul insiden perkelahian antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni seusai latihan pada Kamis lalu yang mencuat ke publik.

>>> Daniel Sturridge Pimpin Seleksi Pemain Muda di Program Second Chance Bekasi

Arbeloa justru memberikan apresiasi terhadap sikap kedua pemain tengah tersebut. Mereka dinilai tetap menunjukkan profesionalisme setelah perselisihan berlalu.

Mantan bek tim nasional Spanyol itu mengalihkan kritik tajamnya kepada oknum yang menyebarkan kejadian ruang ganti kepada media massa.

Kekecewaan ini menjadi kelanjutan dari respons Arbeloa pada pekan sebelumnya terkait isu keretakan hubungannya dengan Dani Ceballos.

Ia secara konsisten menekankan arti penting dari komitmen menjaga kerahasiaan internal skuad dari jangkauan publik.

"Saya pernah punya rekan setim yang mengambil tongkat golf lalu memukul pemain lain memakai benda itu," kata Arbeloa.

Arbeloa menilai dinamika konflik antarpemain merupakan hal yang lumrah terjadi dalam sebuah tim sepak bola.

Namun, integritas untuk menjaga rahasia ruang ganti tetap menjadi prioritas utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh elemen klub.

"Apa yang terjadi di ruang ganti Real Madrid seharusnya tetap berada di ruang ganti Real Madrid. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya.

Situasi seperti ini selalu ada, tetapi saya juga tidak sedang membenarkannya," tutur Arbeloa.

Kondisi fisik Valverde yang mengalami luka sobek akibat perselisihan tersebut dinilai Arbeloa sebagai sebuah faktor ketidakberuntungan semata.

>>> Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Mozambik di SUGBK

Ia memastikan bahwa atmosfer internal tim kini sudah kembali kondusif menjelang pertandingan berikutnya.

"Itu cuma sebuah insiden, dan kami sedang kurang beruntung karena Fede mengalami luka sobek. Itu lebih karena nasib buruk dibanding apa yang sebenarnya terjadi.