XLSMART merespons tantangan ini melalui pendekatan Green Network yang berfokus pada optimalisasi energi dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Implementasi strategi ini mencakup penggunaan teknologi hemat energi, optimalisasi operasional jaringan, pemasangan panel surya di fasilitas operasional, serta pemanfaatan energi terbarukan lewat Renewable Energy Certificate (REC).

XLSMART juga mengelola limbah elektronik (e-waste) untuk menekan dampak lingkungan dari perangkat yang tidak terpakai.

Langkah ini diperkuat lewat program Zero Waste to Landfill yang meminimalkan pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir melalui metode daur ulang materi bermanfaat.

Tata Kelola ESG dan Integrasi Pasca-Merger

Tata kelola keberlanjutan XLSMART mengacu pada standar regulasi nasional dan internasional, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51 Tahun 2017 dan Global Reporting Initiative (GRI) Standards.

Perusahaan juga mengadopsi prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) serta ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Konsistensi penerapan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) dipantau secara berkala oleh Sustainability Committee yang melibatkan lintas fungsi manajemen.

Pasca-merger, XLSMART semakin memperkuat integrasi aspek ESG ke dalam strategi bisnis secara menyeluruh.

>>> Mengenal Konsep AI Sandwich: Manusia Tetap Pegang Kendali

Pengukuran dampak lingkungan kini diklaim lebih akurat melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 yang terintegrasi.