Beliau mengharapkan publik memberikan dukungan moril penuh kepada arsitek taktik asal Kanada tersebut.

"Because kembali membangun, saya rasa kasih kesempatan John (Herdman) waktu," kata Erick Thohir.

>>> Bulgaria Kalahkan Moldova 1-0 Lewat Formasi Ofensif

Catatan Sejarah dan Apresiasi Pelatih

Di sisi lain, kemenangan atas Oman ini menorehkan catatan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.

Hasil meyakinkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut berhasil memutus rantai tren negatif yang sudah berlangsung selama puluhan tahun ketika bersua tim asal Teluk tersebut.

Pelatih John Herdman mengungkapkan rasa bangganya terhadap determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh para anak asuhnya sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan.

Kemenangan ini disebutnya memiliki nilai psikologis yang sangat masif untuk perkembangan mental bertanding tim.

"Ini adalah kemenangan pertama melawan Oman dalam 38 tahun," ungkap John Herdman.

Sang pelatih memuji bagaimana komitmen para pemain dan seluruh elemen official dalam menerjemahkan strategi di lapangan.

Menurutnya, hasil ini membuktikan adanya grafik performa yang terus menanjak dari skuad Garuda.

"Itu sangat berarti bagi para pemain dan staf karena menunjukkan bahwa kami terus bergerak maju," ungkap John Herdman.

Kendati berhasil mengamankan kemenangan besar, John Herdman menggarisbawahi bahwa lini pertahanan Indonesia sempat menghadapi situasi berbahaya yang berujung pada hukuman penalti bagi lawan.

Penyelamatan gemilang dari penjaga gawang Emil Audero menjadi faktor kunci pertahanan Indonesia tetap tidak kebobolan hingga peluit panjang berbunyi.

"Ada beberapa momen besar dan Emil melakukan penyelamatan penalti yang luar biasa," sambung John Herdman.

Aksi penyelamatan penalti tersebut dinilai momentum krusial yang menjaga mentalitas bertanding tim tetap stabil.

Penjaga gawang kelahiran Mataram itu sukses memastikan Indonesia mengakhiri laga dengan catatan clean sheet.

>>> Chairman Man City Pastikan Klub Tetap Kuat Usai Era Pep Guardiola

"Itu sangat penting bagi kami," pungkas John Herdman.