Manchester City mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya mengenai masa depan klub setelah berakhirnya era kepemimpinan Pep Guardiola di Stadion Etihad.

Klub raksasa Inggris tersebut menegaskan bahwa kepergian pelatih asal Spanyol itu bukan menjadi awal kemunduran, melainkan bagian dari proses menuju fase berikutnya.

>>> Hungaria Kalahkan Finlandia 2-1 dalam Laga Persahabatan di Budapest

Guardiola resmi meninggalkan Manchester City bulan lalu setelah satu dekade penuh trofi yang mempersembahkan 20 gelar bergengsi, termasuk enam trofi Premier League.

Kepergian Guardiola memunculkan spekulasi bahwa Manchester City akan kesulitan mempertahankan standar tinggi yang mereka bangun selama bertahun-tahun.

Namun, Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menolak anggapan tersebut dalam sebuah wawancara penutup musim.

Al Mubarak menegaskan klubnya masih memiliki ruang untuk berkembang dan siap kembali bersaing memperebutkan gelar musim depan, termasuk menghadapi Arsenal yang baru saja gagal menjuarai Liga Champions.

Fondasi Kuat Warisan Guardiola

"Kami masih sangat jauh dari titik puncak," kata Al Mubarak.

"Jika melihat kembali ke tahun 2008 dan membandingkannya dengan posisi klub saat ini, saya melihat perjalanan luar biasa selama 18 tahun terakhir.

Roberto Mancini membawa gelar Premier League pertama untuk klub ini, sebuah momen yang tidak akan pernah kami lupakan.

Dia juga mempersembahkan Piala FA pertama setelah penantian yang sangat panjang."

"Setelah itu Manuel Pellegrini datang, meraih gelar Premier League lagi dan menghadirkan kesuksesan lainnya. Kemudian Pep datang dan menanamkan pola pikir serta DNA klub pemenang.

Kini kami sudah terbiasa menang karena hal itu telah menjadi bagian dari identitas kami. Klub ini dirancang dan dibangun untuk meraih kemenangan," ujarnya.