PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil menjaga kualitas asetnya tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi global dan geopolitik.

Berdasarkan laporan kinerja terbaru, rasio Loan at Risk (LAR) BCA menyusut ke level 5,1% pada kuartal I-2026.

>>> Pra-Registrasi Haikyu!! ALL Challengers Dibuka, Game Voli Resmi Terbaru 2026

Angka ini membaik dibandingkan posisi 6% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan Indikator Kredit

Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa perbaikan rasio tersebut mencerminkan kualitas portofolio kredit yang dikelola dengan baik.

Selain LAR, rasio Non-Performing Loan (NPL) BCA juga tetap aman di angka 1,8% hingga akhir kuartal I-2026.

Manajemen BCA menekankan bahwa penyaluran kredit dilakukan secara prudent di semua segmen dan sektor usaha.

Strategi ini dijalankan dengan mengedepankan disiplin manajemen risiko demi stabilitas keuangan jangka panjang.

Langkah Antisipatif dan Mitigasi Risiko

BCA terus memantau faktor eksternal seperti perubahan kondisi ekonomi makro dan eskalasi geopolitik yang berpotensi meningkatkan risiko kredit.

>>> Profil Timnas Kroasia Piala Dunia 2026: Tarian Terakhir Luka Modric

Langkah mitigasi dilakukan dengan membatasi risiko konsentrasi kredit melalui pengelolaan limit yang ketat dan peninjauan portofolio secara berkala.

Beberapa indikator utama kualitas aset BCA pada kuartal I-2026 antara lain:

  • Rasio Loan at Risk (LAR): 5,1%, menurun dari 6% tahun lalu.
  • Non-Performing Loan (NPL): 1,8%.
  • Coverage NPL: 174,6%.
  • Coverage LAR: 69,7%.

Rasio pencadangan yang kuat menunjukkan BCA memiliki bantalan likuiditas yang solid untuk menghadapi ketidakpastian.

Evaluasi pembentukan provisi dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi gejolak ekonomi yang dapat berdampak pada debitur.

Ke depannya, BCA akan mempertahankan standar moderasi risiko tinggi untuk memastikan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

>>> 7 Transfer Terburuk Manchester United: Rekrutan Mahal yang Gagal Total

Fokus utama perseroan tetap pada solusi perbankan yang aman bagi nasabah dan nilai tambah bagi pemegang saham.