“Sehingga ya udah, kita jadi ketemunya di sini dan dia ada rencana ingin explore kampus karena dia tidak berkuliah,” ujarnya.

ARM menambahkan, rencana awal mereka adalah berkeliling kampus dengan memulai dari kawasan perpustakaan. Namun, pertemuan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah video yang merekam keduanya tersebar di internet.

Ayah ARM Hadir dan Sampaikan Permintaan Maaf

Dalam sidang tersebut, ayah ARM turut hadir setelah pulang dari pekerjaannya. Di hadapan peserta sidang, ia mengaku merasa sangat terpukul atas peristiwa yang melibatkan putranya.

Ia mengatakan selama ini selalu mengantar ARM menuju stasiun setiap kali berangkat kuliah dan merasa bangga karena anaknya menempuh pendidikan di PNJ.

“Saya mengantarnya dengan kebanggaan dan hari ini benar-benar malu, kampus yang begitu membanggakan menjadi tidak bermakna karena kelakuan anak saya ini,” ucapnya.

Ia juga menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak kampus apabila nantinya menjatuhkan sanksi berat kepada anaknya.

“Jadi, kalau pihak kampus mau memberhentikan dia, mau drop out (DO) dia, jangan takut, kembalikan pada kami,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan permohonan maaf kepada civitas akademika dan mahasiswa yang hadir, bahkan sempat bersujud di lokasi sidang.

Kampus Tegaskan Akan Menindak

Pihak PNJ memastikan insiden tersebut memang terjadi di lingkungan kampus. Humas PNJ, Dhika, menyatakan pimpinan kampus telah mengambil langkah untuk memproses kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, sanksi yang disiapkan mengacu pada ketentuan pendidikan serta kode etik mahasiswa yang berlaku di PNJ.

“Pimpinan PNJ sudah menetapkan tindakan tegas dan paling maksimal diberhentikan sesuai peraturan pendidikan dan kode etik mahasiswa PNJ untuk yang bersangkutan,” ujar Dhika.

Ia menambahkan, langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa yang meminta adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan kampus.