FIFA bersama IFAB telah merilis aturan baru untuk Piala Dunia 2026. Ketentuan ini bertujuan membuat pertandingan lebih adil dan disiplin.

IFAB sebagai otoritas regulasi sepak bola menetapkan laws of the game terbaru. Aturan ini juga akan diterapkan pada musim kompetisi 2026/2027.

>>> Krisis Bek Timnas Prancis: William Saliba Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Pierluigi Collina, Kepala Petugas Perwasitan FIFA, menjelaskan amandemen ini fokus pada pemberantasan diskriminasi. Selain itu, aturan ini meminimalisir aksi buang-buang waktu dan memacu tempo permainan.

Larangan Menutup Mulut dan Walk Out

Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi akan langsung dijatuhi kartu merah. Hukuman ini tidak berlaku untuk percakapan santai dengan rekan setim atau lawan.

Aturan ini diambil setelah insiden Gianluca Prestianni yang dituduh melontarkan hinaan diskriminatif kepada Vinicius Jr. Ia berbicara sambil menutup mulut dengan kaus.

Pemain yang sengaja walk out sebagai protes atas keputusan wasit juga akan diganjar kartu merah. Ofisial yang menghasut pemain keluar lapangan mendapat hukuman serupa.

Jika sebuah tim menyebabkan laga terhenti karena walk out, mereka akan dinyatakan kalah. Regulasi ini lahir setelah insiden timnas Senegal yang meninggalkan lapangan pada final Piala Afrika.

Batas Waktu Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Wasit akan menerapkan aturan lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Wasit akan memberikan isyarat hitung mundur dengan mengangkat tangan.

Jika pemain gagal melempar bola tepat waktu, hak lemparan berpindah ke lawan. Keterlambatan tendangan gawang berakibat tendangan sudut bagi lawan.

Aturan Pergantian Pemain dan Cedera

Pemain yang diganti hanya diberi waktu 10 detik untuk keluar lapangan. Mereka harus keluar melalui titik terdekat di garis batas lapangan.