Industri Dota 2 tengah dihadapkan pada krisis yang dipicu oleh tingginya standar gaji pemain profesional. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah model bisnis saat ini masih realistis.

Kekhawatiran ini muncul seiring mundurnya sejumlah organisasi esports dari skena kompetitif. Meski Dota 2 masih populer, beban operasional yang membengkak menjadi ancaman serius.

>>> Libur Long Weekend, Wisatawan Padati Malioboro dan Serbu Parkir Resmi

Fakta Gaji Pemain

David "Parker" Flores, mantan pemain HEROIC, mengungkapkan pendapatannya selama membela tim. Melalui siaran langsung, ia menyebut gajinya mencapai 15.000 dolar AS per bulan.

Rekan setimnya menerima bayaran 9.000 hingga 12.000 dolar AS. Pemain muda Santiago Agüero Gustavo kabarnya mendapat 5.000 hingga 8.000 dolar AS per bulan.

Besaran gaji di HEROIC mengejutkan karena tim tersebut bukan organisasi elite. HEROIC biasanya berada di peringkat 10 besar dunia, bukan juara tetap.

Tim papan atas seperti Team Liquid, Team Falcons, atau Tundra Esports kemungkinan memberikan kompensasi lebih tinggi.

Pengamat memperkirakan gaji pemain di organisasi raksasa bisa mencapai 20.000 hingga 25.000 dolar AS per bulan.

Beban Organisasi

Di balik gaji pemain yang tinggi, organisasi esports menanggung risiko finansial besar. Sebagian besar beroperasi dalam kondisi defisit atau merugi.

Selain gaji pokok, manajemen harus menutupi biaya bootcamp, tiket pesawat, dan akomodasi. Staf seperti pelatih, analis, dan manajer operasional juga menambah pengeluaran.

Parker menyebut satu sesi bootcamp HEROIC bisa menghabiskan 15.000 hingga 20.000 dolar AS. Biaya itu baru untuk fasilitas latihan, belum termasuk logistik harian dan perjalanan internasional.

Masalah utama adalah tidak ada jaminan kesuksesan dari investasi besar. Tim bisa gagal di kualifikasi atau tersingkir awal, sehingga tidak mendapat hadiah untuk menutupi modal.