Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan alasan di balik penunjukan bek tengah Gabriel Magalhaes sebagai penendang kelima dalam adu penalti final Liga Champions melawan PSG.

Pertandingan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu malam waktu setempat. Arsenal kalah dalam tos-tosan setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

>>> Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Declan Rice Tetap Bangga

Arteta menjelaskan bahwa timnya terpaksa melakukan improvisasi.

Tiga penendang utama, Martin Odegaard, Bukayo Saka, dan Kai Havertz, tidak berada di lapangan saat babak adu penalti.

Odegaard dan Saka telah ditarik keluar dalam waktu normal. Havertz, yang mencetak gol pembuka pada menit keenam, harus diganti sebelum perpanjangan waktu karena cedera.

Setelah Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Declan Rice sukses menyarangkan bola, Eberechi Eze gagal menemui sasaran.

Beban berat kemudian jatuh ke pundak Gabriel yang melambungkan bola ke atas mistar.

"Dia ingin menjadi penendang nomor lima," ujar Arteta, seperti dilansir dari Evening Standard.

Sang manajer mengakui timnya sudah mempersiapkan skenario ini. Namun, kondisi di lapangan memaksa perubahan komposisi pemain yang mengambil tanggung jawab tersebut.

"Biasanya penendang penalti adalah Bukayo, Martin, dan Kai, pastinya," kata Arteta.

Arteta menambahkan bahwa kualitas para penendang pengganti sebenarnya sangat baik selama sesi latihan. Termasuk Eberechi Eze yang tidak pernah gagal sebelum malam final tersebut.

"Hari ini kami tahu jika sampai perpanjangan waktu dan penalti, penendangnya akan berbeda," tutur Arteta.

Kegagalan mengeksekusi peluang emas dalam momen krusial menjadi pembeda utama. Arsenal harus merelakan trofi tertinggi Eropa jatuh ke tangan raksasa Prancis.

"Tetap dengan kualitas—saat Ebs mengambil penalti di latihan, dia tidak pernah gagal. Tapi Anda harus melakukannya di momen ini," ucap Arteta.