Sampai sekarang Suzuki belum membuka detail tenaga maupun torsi versi E100 tersebut. Namun secara tampilan, mobil ini diperkirakan masih mempertahankan desain Fronx yang sudah beredar di pasar global.

Ground clearance tinggi dan karakter kabin yang lega disebut tetap dipertahankan untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen harian.

India Percepat Infrastruktur E100

Dalam keterangan resminya, Suzuki menyebut teknologi flex-fuel masih menjadi opsi realistis sebelum kendaraan listrik sepenuhnya bisa dijangkau pasar yang lebih luas.

Pemerintah India sendiri sedang mendorong pengurangan impor minyak mentah lewat penggunaan bahan bakar alternatif dari sektor pertanian.

Target pembangunan sekitar 5.000 stasiun pengisian E100 juga mulai disiapkan dalam dua tahun ke depan. Etanol nantinya diproduksi dari komoditas pertanian lokal.

Bagaimana Nasib Fronx Indonesia?

Suzuki Fronx yang dipasarkan di Indonesia saat ini memang sudah diproduksi lokal di Cikarang, Jawa Barat. Namun spesifikasinya belum mendukung penggunaan etanol murni seperti model yang disiapkan untuk India.

PT Suzuki Indomobil Sales sebelumnya menyebut Fronx rakitan Indonesia baru kompatibel dengan bahan bakar E10 atau campuran etanol 10 persen.

Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, mengatakan pihaknya belum memiliki informasi terkait perubahan teknis bila kadar etanol ingin ditingkatkan hingga E100.