Namun, Pan Gon menegaskan kekuatan utama timnya terletak pada kolektivitas.

Kesiapan Buriram United

Di kubu tuan rumah, penyerang Buriram United, Supachai Chaided, menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan gelar juara kompetisi klub tertinggi di Asia Tenggara ini.

Ia menyadari persaingan musim ini jauh lebih kompetitif.

“Ini tahun kedua kompetisi, jadi setiap tim memiliki lebih banyak pengalaman dan memahami cara bermain melawan kami,” kata Supachai.

Buriram United melaju ke partai final setelah melewati hadangan klub raksasa Malaysia lainnya, Johor Darul Ta'zim FC, di babak semifinal.

Supachai menceritakan kisah masa kecilnya di Pattani hingga perjuangan merantau sendirian ke Bangkok saat berusia 12 tahun menggunakan kereta selama 14 jam demi mengejar karier profesional.

Ia meyakini bahwa kekuatan mental yang diasah sejak usia muda membuatnya mampu mempertahankan standar tinggi di level teratas sepak bola regional saat ini.

“Vietnam terus mengingatkan bahwa mereka mengejar kami, jadi kami harus menunjukkan yang terbaik di setiap kompetisi,” ujar Supachai.

>>> Ronald Koeman Coret Frimpong dan De Vrij dari Skuad Piala Dunia 2026

Setelah menyelesaikan kompetisi antarklub ini, fokus para pemain di Asia Tenggara akan langsung beralih ke turnamen ASEAN Hyundai Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Juli dan Agustus mendatang.