"Para atlet sudah berjuang dengan tampil prima di Tashkent.

>>> TVRI Gandeng Telkomsel Siarkan Piala Dunia 2026 Lewat Maxstream TV

Kami melihat perkembangan yang sangat positif dari sisi performa, daya tahan, serta teknik atlet-atlet Indonesia tampil semakin matang, khususnya dalam aspek grappling, transisi dari striking menjadi permainan grappling, serta kontrol waktu saat pertandingan," kata Tommy.

Ia menambahkan bahwa kemampuan adaptasi ini menjadi modal krusial untuk menghadapi agenda kejuaraan internasional lain sepanjang 2026.

"Mereka mampu beradaptasi dengan tempo dan karakter lawan dari berbagai negara Asia.

Hasil ini menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Asian Games, AIMAG, GAMMA Continental Championships, dan GAMMA World Championships 2026," lanjut Tommy.

Kisah Novia Pesik dan Ananda Wahyu

Novia Pesik mengaku bangga bisa mengibarkan bendera merah putih di Uzbekistan. Ia berhasil menuntaskan revans terhadap rivalnya di babak final setelah menjalani pemusatan latihan intensif.

"Puji Tuhan, saya sangat bangga. Perjuangan saya melewati latihan yang diberikan berbuah manis.

Saya sebelumnya pernah kalah di partai puncak dengan lawan yang sama. Puji Tuhan saya bisa membalasnya kali ini," kata Novia.

Di sisi lain, Ananda Wahyu Setyo Prabowo meraih medali perunggu meski mengalami kendala penglihatan akibat cedera fisik di babak sebelumnya.

"Untungnya saya masih bisa menang lawan Taiwan. Tapi di semifinal, luka di mata ini mengganggu penglihatan sehingga saya kalah melawan atlet Kirgistan.

Saya kena satu pukulan pertama langsung blur penglihatan. Makanya cuma dapat perunggu," papar Ananda.

>>> Frank Lampard Raih Penghargaan Manajer Terbaik LMA 2026

Empat atlet Indonesia lainnya, yakni Gibran Alfarizi, Yosua Pratama Purba, Firman Muharram Syach, dan Yusni Nurhayati Hutasoit, menyudahi kompetisi di posisi lima besar kelas masing-masing.