Kritik Perez meluas pada performa Weghorst yang juga sempat menjadi sorotan tajam publik pada laga semifinal play-off melawan FC Groningen pada Kamis, 22 Mei 2026, di mana ia gagal mengonversi dua peluang emas dan ditarik keluar pada menit ke-60.

"Tapi ini memalukan… jika Anda menjalani musim seperti ini dan sudah tahu setahun lalu bahwa partisipasi di Piala Dunia sudah pasti..."

ketus Perez.

Sorotan publik memuncak saat gelandang muda Ajax, Jorthy Mokio, mencetak gol kedua yang mengunci kemenangan 2-0 atas FC Groningen.

Weghorst tertangkap kamera berjalan menjauh tanpa ikut merayakan gol tersebut bersama rekan-rekan setimnya.

"Dia selalu mengandalkan karakternya, tapi jika semua pemain lain kini absen, tak banyak yang tersisa," pungkas Perez.

Kritik senada juga dilontarkan oleh jurnalis Sjoerd Mossou dalam kolomnya untuk Algemeen Dagblad setelah pertandingan melawan FC Groningen.

Mossou menilai kontribusi penyerang berusia 33 tahun itu sudah berada di bawah standar kelayakan untuk level tim nasional.

"Seiring mendekatnya Piala Dunia, hal itu semakin aneh. Pemain Belanda terbaik di liga kami sudah lama dikirim berlibur," kata Mossou.

Mossou menambahkan bahwa kualitas permainan Weghorst tidak mencerminkan posisinya di kompetisi domestik saat ini dan dinilai kalah bersaing dengan jajaran pemain papan atas Eredivisie lainnya.

"Weghorst musim ini bahkan tak mendekati 60 besar pemain terbaik Eredivisie; bahkan di Ajax yang sedang terpuruk ini, ia termasuk yang paling lemah, namun biasanya nama Wout selalu disorot," kata Mossou.

Meskipun menaruh rasa hormat terhadap perjalanan karier profesional sang pemain, Mossou menegaskan bahwa semangat dan kegigihan Weghorst tidak lagi bisa menutupi penurunan performanya di lapangan.

"Siapa pun yang melihat Weghorst berjuang di Eredivisie selama berbulan-bulan ini, mungkin mulai merasa kasihan.

Bahkan dengan semangat dan kegigihannya yang tak pernah padam, hal itu tak lagi bisa menutupi kekurangannya," kata Mossou.

Mossou menegaskan bahwa panggung Piala Dunia menuntut kesiapan performa yang maksimal dari setiap individu dan standar tertinggi sepak bola internasional tidak boleh dikompromikan.

"Ini adalah timnas Belanda.

Kita sedang membicarakan Piala Dunia, panggung tertinggi yang ada, bermain untuk kesempatan yang hanya datang sekali dalam empat tahun," kata Mossou.

Kritik tersebut diakhiri dengan penegasan bahwa tim nasional seharusnya hanya diisi oleh para pemain yang berada dalam kondisi terbaiknya.

"Jika Koeman benar-benar jujur, tentu dia sendiri juga tahu. Weghorst di Oranje.

>>> Corinthians Jamu Atletico Mineiro di Seri A Brasil 2026

Itu tidak mungkin lagi," kata Mossou.