Every element of this production has been approached with precision, care and respect. We couldn't be more excited to tell their story," ujar Andrew Calof.

Kisah ini juga menggunakan kutipan pernyataan historis dari kedua tokoh asli semasa hidup mereka mengenai kedekatan hubungan profesional yang terjalin.

"Givenchy's clothes are the only ones I feel myself in," kata Audrey Hepburn.

Hubungan personal mereka yang mendalam menjadi fondasi utama dalam alur cerita film ini, yang digambarkan melampaui sekadar rekan kerja.

"a kind of marriage," ujar Hubert de Givenchy.

Mendiang sang desainer menambahkan bahwa ikatan emosional tersebut didasarkan pada nilai-nilai saling menghormati yang sangat tinggi: "devotion, understanding, patience and immense respect."

Dukungan Kelarga dan Tantangan Pemeran

Proyek film Dinner with Audrey ini juga mendapat perhatian langsung dari pihak keluarga mendiang Audrey Hepburn yang memberikan respons positif terhadap konsep film.

"It's about an imaginary night between Audrey Hepburn and Givenchy," kata Sean Hepburn Ferrer, putra tertua Audrey Hepburn, dalam wawancara bersama Woman's World.

Ferrer menambahkan bahwa ia sangat menantikan bagaimana para pembuat film memvisualisasikan pertemuan pertama dan kedekatan emosional yang terjalin antara ibunya dan sang desainer legendaris malam itu.

"This film basically imagines what happened after my mother and Givenchy met. Maybe they go to dinner and spend an evening together.

I don't know the details of it, but it sounds charming," tutur Sean Hepburn Ferrer.

Sementara itu, Thomasin McKenzie selaku pemeran utama wanita mengakui adanya beban besar dan rasa gugup dalam menghidupkan kembali sosok ikon mode dunia tersebut di layar lebar saat diwawancarai di Steve Varley Show.