Xiaomi Siapkan Rp200 Triliun demi Mandiri Kembangkan Chipset XRING
Kepemilikan chipset mandiri dinilai menjadi kunci krusial agar perusahaan memegang kendali penuh atas integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Strategi penguasaan teknologi inti ini sebelumnya telah sukses diterapkan oleh Apple melalui lini prosesor A-series dan M-series.
Google juga melakukan langkah serupa lewat Tensor, sementara Huawei mempertahankan eksistensi Kirin melalui divisi HiSilicon.
Xiaomi kini berada di jalur kompetisi yang sama meski harus menghadapi tantangan industri yang tidak ringan.
>>> Imbas The White Lotus, Thailand Makin Gencar Ajak Asing Datang Syuting
Chipset pendahulu, XRING 01, dilaporkan telah mencatat angka pengiriman sekitar satu juta unit di pasar global.
Volume pengiriman tersebut memang masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total produksi milik Qualcomm atau MediaTek.
Namun, bagi internal perusahaan, pencapaian awal tersebut sudah menjadi pijakan yang cukup kuat untuk melangkah ke tahap pengembangan yang lebih besar.
Spesifikasi Fabrikasi N3P TSMC
Generasi terbaru XRING 03 kemungkinan besar masih diproduksi dengan memanfaatkan teknologi fabrikasi 3nm milik TSMC, tepatnya menggunakan node N3P.
Xiaomi memilih untuk belum beralih ke proses fabrikasi 2nm karena pertimbangan biaya pengembangan yang jauh lebih mahal.
Keputusan bisnis tersebut dinilai sangat realistis mengingat industri semikonduktor membutuhkan modal yang sangat besar. Proses panjang industri ini meliputi tahap perancangan desain, tape-out, pengujian intensif, hingga produksi massal.
Pemanfaatan teknologi fabrikasi paling mutakhir dinilai belum efisien jika volume produksi komponen belum mencapai angka tertinggi.
Untuk sementara waktu, lini prosesor XRING diperkirakan masih mengandalkan desain CPU dan GPU berbasis arsitektur ARM.
Pendekatan desain ARM diaplikasikan untuk membantu perusahaan memangkas pengeluaran sekaligus mempercepat target waktu pengembangan chipset. Kendati demikian, perusahaan diyakini tetap memiliki target jangka panjang yang jauh lebih ambisius.
Saat ekosistem XRING dinilai sudah matang, perusahaan berpotensi besar untuk mulai merancang inti CPU custom sendiri.
Langkah mandiri ini serupa dengan apa yang dilakukan oleh Qualcomm saat mengembangkan arsitektur Oryon.
Kepemilikan chipset internal juga memberikan fleksibilitas tinggi bagi Xiaomi dalam melakukan optimalisasi kecerdasan buatan langsung di dalam perangkat.
Hal ini menjadi sangat relevan mengingat tren ponsel pintar berbasis AI sedang tumbuh pesat di pasar global.
Langkah ekspansi investasi riset ini sekaligus merefleksikan ketatnya peta persaingan industri teknologi di China yang semakin agresif.
>>> 1 Jam Penjualan Tiket Westlife Dibuka, VIP hingga Cat 6 Habis Terjual
Para pemain besar kini tidak lagi sekadar berkompetisi pada produk akhir, melainkan sudah bertarung pada level penguasaan teknologi inti seperti semikonduktor dan AI.
Update Terbaru
Daftar 8 Tim Tersingkir di 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 07:38 WIB
1.000 Siswa Sleman Siap Sambut Prabowo dan PM Modi
Rabu / 08-07-2026, 07:38 WIB
Kukuhkan Angkatan Pertama PPDS, Rektor Unusa: Jangan Bangun Budaya Perundungan
Rabu / 08-07-2026, 07:36 WIB
Surabaya dan Bandung Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
Rabu / 08-07-2026, 07:36 WIB
Orang Tua di Indonesia Makin Gencar Kenalkan Bahasa Asing pada Anak Sejak Dini
Rabu / 08-07-2026, 07:35 WIB
Jadwal Lengkap Perempat Final Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 07:35 WIB
Trump Unggah Meme Olok-olok Meloni Jelang KTT NATO
Rabu / 08-07-2026, 07:35 WIB
Pegawai Kemenangan Gugat Pigai Tanggapi Rencana Banding
Rabu / 08-07-2026, 07:35 WIB
Pesantren Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar NU 2026
Rabu / 08-07-2026, 07:35 WIB
'Agent Kim Reactivated' Puncaki Peringkat Mingguan Netflix
Rabu / 08-07-2026, 07:33 WIB
KPR Subsidi 40 Tahun: Solusi Punya Hunian atau Ilusi Beban Utang?
Rabu / 08-07-2026, 07:33 WIB
5 Rekor Gila Messi usai Argentina Hajar Mesir di Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 07:28 WIB
AS Bombardir Iran Lagi saat Gencatan, Ini Penyebabnya
Rabu / 08-07-2026, 07:28 WIB
Darkroom Tambah Koleksi Anime Klasik Langka: Crusher Joe, Haré + Guu, dan Simoun
Rabu / 08-07-2026, 07:28 WIB







