Hadirin yang dimuliakan Allah.

Zulhijah termasuk satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak amal ibadah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama Zulhijah melalui sabda beliau:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هٰذِهِ الْأَيَّامِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibanding hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.”

Sepuluh hari pertama Zulhijah menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbanyak salat sunnah, puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.

Di dalamnya terdapat Hari Arafah yang memiliki keutamaan sangat besar. Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, dianjurkan melaksanakan puasa Arafah karena memiliki pahala penghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Selain itu, bulan Zulhijah juga identik dengan ibadah kurban. Ibadah ini bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan wujud ketaatan dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 34:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِ

Artinya: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan kurban agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang diberikan kepada mereka berupa hewan ternak.”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah.

Ibadah kurban mengajarkan keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol hadirnya kasih sayang dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Kurban juga mengingatkan umat Islam pada keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam dalam menaati perintah Allah tanpa keraguan.