Peningkatan performa skuad Bhayangkara mulai terlihat saat melakoni laga final four di GOR Jatidiri, Semarang.

Meski menelan kekalahan 1-3 (20-25, 15-25, 25-18, 22-25), pola permainan mereka dinilai jauh lebih solid.

Di sisi lain, kubu LavAni menyatakan kesiapan penuh untuk bertarung di partai puncak.

Asisten pelatih LavAni, John Aback, mengungkapkan dukungan langsung dari Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono menjadi suntikan motivasi. "Kami ingin memberikan tontonan terbaik untuk masyarakat voli Indonesia.

Ini bisa jadi final paling menarik karena kembali mempertemukan LavAni dan Bhayangkara. Kondisi tim juga sangat baik, semua pemain dalam keadaan sehat," kata John Aback.

Kondisi cuaca panas di Semarang sempat menjadi kendala bagi sejumlah pilar asing LavAni termasuk Georg Grozer.

Namun, tim yang memimpin klasemen dengan 24 poin dari delapan laga tersebut optimistis cuaca di Yogyakarta akan lebih bersahabat.

"Dengan persiapan yang ada, kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik. Mohon doa dari masyarakat agar LavAni bisa kembali merebut gelar juara di 2026," ujar John Aback.

Regulasi Baru Grand Final

Grand final musim ini menerapkan regulasi baru dengan format best of three atau three winning set. Tim yang mengemas dua kemenangan berhak menyandang gelar juara.

"Seknow pertandingan final tahun ini akan menggunakan sistem three winning set yakni kedua tim bertanding tiga kali," kata Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan.

Jika salah satu tim langsung menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan, pertandingan hari ketiga tidak perlu digelar.

Namun apabila kedudukan berimbang 1-1 pada dua laga pertama, pemenang akan ditentukan melalui pertandingan ketiga.

>>> Mantan Pemain Timnas Jerman Soroti Rencana Kembalinya Manuel Neuer

Berdasarkan jadwal resmi, perebutan peringkat ketiga berlangsung pada 21 hingga 23 April 2026. Rangkaian pertandingan perebutan gelar juara utama akan dilangsungkan pada 24 sampai 26 April 2026.