"Kalau dibandingkan dengan negara lain, menurut saya beberapa kota di Indonesia masih belum terlalu ramah disabilitas.

>>> BYD Rekrut Mantan Insinyur Nissan untuk Kembangkan Mobil Listrik Racco

Orang yang menggunakan kursi roda masih kesulitan saat akan naik transportasi umum," kata Renny. Namun, ia mengakui situasi di ibu kota sudah menunjukkan perbaikan bertahap.

"Di Jakarta kelihatannya sudah mulai lebih baik.

Pengguna kursi roda sudah ada tempatnya dan aksesnya mulai diperhatikan, meskipun menurut saya masih perlu ditingkatkan lagi," ujarnya.

Renny menekankan bahwa pameran otomotif besar seperti INAPA menjadi ajang strategis untuk mengedukasi pengambil kebijakan dan pelaku industri karoseri.

"Jadi bukan hanya sekadar membicarakan aksesibilitas, tetapi benar-benar memahami kebutuhan di lapangan. Kadang memang sudah ada space untuk disabilitas, tetapi akses menuju area tersebut masih sulit," jelasnya.

Urgensi penyediaan transportasi publik yang inklusif juga disoroti dari sudut pandang hak asasi manusia.

Research and Outreach Lead University of Canberra (UC) Australia, Idris F Sulaiman, menegaskan bahwa kelompok disabilitas merupakan bagian penting dari kemanusiaan.

"Harus (menjadi harapan para penyandang disabilitas) karena mereka adalah bagian masyarakat yang sebetulnya benar-benar menjadi ujung tombak refleksi kemanusiaan kita," ujar Idris.

Saat ini, Idris dan Renny tengah menjalankan riset mengenai kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI) melalui proyek KONEKSI dalam inisiatif Decarbonisation Pathways for Indonesia's Buses Infrastructure (DIBI).

Penyelenggaraan pameran dagang otomotif terbesar di ASEAN ini sekaligus mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoperasikan hingga 10.000 unit bus listrik Transjakarta pada tahun 2029.

Selain PT Tentrem Sejahtera, ajang ini juga diikuti oleh PT Adiputro Wirasejati, PT Mekar Armada Jaya, PT Laksana Bus Manufaktur, PT Piala Mas Industri, Xiamen Golden Dragon Bus Co., Ltd., PT Hangcha Indonesia Forklift, PT Berca Mandiri Perkasa, dan PT Nusantara Global Autoparts.

Kehadiran pameran otomotif berskala besar dianggap strategis untuk mengedukasi para pengambil kebijakan serta pelaku industri karoseri mengenai kebutuhan riil di lapangan.

"Jadi bukan hanya sekadar membicarakan aksesibilitas, tetapi benar-benar memahami kebutuhan di lapangan.

>>> Daihatsu Pertahankan Posisi Kedua Penjualan Otomotif Nasional

Kadang memang sudah ada space untuk disabilitas, tetapi akses menuju area tersebut masih sulit," jelas Renny Rochany, Dosen Universitas Sebelas Maret.