Kai Matari Bejo Kaler membenarkan intensitas kunjungan ibunya yang sangat sering. "Sebenarnya walaupun (hidup) terpisah, tiap minggu tuh dia tiba-tiba datang gitu.

>>> Disdukcapil Kabupaten Bekasi dan Batam Jemput Bola Rekam KTP-el Pelajar

Enggak dikabarin, aku balik ke kos, tiba-tiba (datang) itu bisa tuh. Sering tiap minggu," ujar Kai.

Kai mengaku sempat menikmati kebebasan hidup mandiri pada bulan pertama. Namun, setelah itu ia mulai merindukan kehadiran ibunya.

"Aku pas sebulan pertama kayak bahagia, kayak aduh lumayan nih independent, bisa ngerantau sendiri, hidupnya bebas.

Tapi sebenarnya setelah sebulan pertama dan bulan kedua, kayak kangen juga lama-lama, enggak dimasakin," katanya.

Mahasiswa blasteran ini memosisikan ibunya sebagai tempat bersandar emosional. "Mama itu emotional support.

Aku selalu telepon Mama kalau aku lagi stres, kadang-kadang lagi butuh uang, yah namanya juga anak ya," ungkapnya.

Kai menegaskan komunikasi dengan ibunya selalu memberikan ketenangan.

"Tapi biasanya kalau aku lagi kebanyakan beban tugas atau lagi merasa sendiri, rasa kangen sama orang tua, itu aku telepon Mama, langsung kabarin.

Menurut aku Mama tuh selalu punya jawaban yang benar," sambungnya.

Oppie mengungkapkan rasa bangganya terhadap Kai yang mandiri dalam belajar. "Belajarnya hampir tidak pernah dikasih tahu," katanya.

Ia juga menekankan bahwa orang tua harus rela melepas anak agar bisa mandiri. "Kalau enggak, dia enggak akan mandiri," ujarnya.

Kai mengakui bahwa ibunya selalu menjadi tempat curhat saat stres atau butuh uang. "Mama itu emotional support," ungkapnya.

>>> Cedera Leher Paksa Kim Chaewon LE SSERAFIM Rehat Sementara

Komunikasi dengan Oppie selalu memberikan ketenangan dan solusi bagi Kai.