Penutupan Pelintasan Sebidang Liar oleh PT KAI Daop 1 Jakarta
PT KAI Daop 1 Jakarta terus menggencarkan penutupan pelintasan sebidang liar di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Namun di lapangan, banyak pelintasan yang sudah ditutup justru kembali dibuka warga secara ilegal. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan pelintasan liar tidak hanya soal pagar atau portal.
>>> Chery Group Indonesia Sederhanakan Nama Chery Q untuk Pasar Domestik
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengungkapkan bahwa banyak pelintasan liar muncul karena warga membutuhkan akses cepat untuk aktivitas sehari-hari.
“Banyak kawasan permukiman di Jabodetabek terbelah jalur rel.
Pelintasan itu kemudian menjadi jalur vital warga untuk bekerja, sekolah, berdagang, atau sekadar berpindah antar kampung,” ujar Djoko kepada Kompas.
com, Senin (18/5/2026).
Kasus terbaru terjadi di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, pada Mei 2026.
PT KAI Daop 1 menutup salah satu pelintasan liar di lintas Cawang-Tebet yang selama ini dipakai warga sebagai akses penghubung antarpermukiman.
Proses penutupan tersebut sempat memicu keberatan warga karena jalur itu dianggap penting untuk mobilitas harian.
Bahkan titik penutupan akhirnya digeser setelah dilakukan mediasi antara warga, aparat wilayah, kepolisian, dan pihak KAI.
Fenomena serupa sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan kolong Flyover Roxy, Jakarta Pusat.
Perlintasan yang sudah ditutup kembali digunakan warga karena akses alternatif dinilai terlalu jauh dan memutar, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Di wilayah Depok-Citayam, pelintasan liar yang sempat ditutup PT KAI usai kecelakaan angkot tertabrak kereta juga dilaporkan kembali dibuka oleh warga.
Sementara di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akses yang telah dipasang pembatas sempat dibongkar agar kendaraan roda dua tetap bisa melintas.
Update Terbaru
Kenapa Anak Krakatau Bisa Muncul? Ini Sejarah dari Letusan Gunung Krakatau
Minggu / 05-07-2026, 12:38 WIB
Penjualan Daihatsu Naik 27% pada Juni 2026, Gran Max Jadi Andalan
Minggu / 05-07-2026, 12:37 WIB
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
Minggu / 05-07-2026, 12:37 WIB
Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP dengan Mudah dan Cepat
Minggu / 05-07-2026, 12:36 WIB
Dandim Agam Buka Suara Soal Isu Lokasi Koperasi Merah Putih Sianok Terisolir
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok, Ekonom: Alarm bagi Pemerintahan Prabowo
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
BPR Gagal Penuhi Modal Inti Rp6 Miliar Terancam Sanksi OJK
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
Kasus Akses Ilegal Rp90 Miliar Mirae Asset Sekuritas Naik ke Penyidikan
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
Tamu Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Dapat Souvenir Berhias Berlian
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
Ini Alasan Indonesia Buka Akses Reddit Setelah 1 Dekade Lebih Diblokir
Minggu / 05-07-2026, 12:35 WIB
School Days Remastered Umumkan Pengisi Suara Bahasa Inggris
Minggu / 05-07-2026, 12:33 WIB
Dave McCann Ungkap Tantangan di Balik Layar Stadium of Fire
Minggu / 05-07-2026, 12:32 WIB
Kebakaran Hutan Chelan Hills Hanguskan 20.000 Hektar, Hancurkan Puluhan Rumah
Minggu / 05-07-2026, 12:28 WIB
5 Micro Task Online yang Bayar Dollar: Panduan Mechanical Turk hingga Clickworker
Minggu / 05-07-2026, 12:27 WIB







