Sebelum adanya PriMAT, para ahli biologi sangat bergantung pada kekuatan fisik untuk mengumpulkan data satwa di habitat aslinya.

Perangkat kamera yang digunakan kerap kali gagal melacak pergerakan hewan setelah berpindah sejauh beberapa meter, meskipun sempat menangkap siluet seekor monyet.

Metode otomatis terdahulu seperti deteksi titik kunci (keypoint detection) juga memiliki kelemahan besar. Sistem tersebut hanya dapat berfungsi dengan baik apabila diterapkan di lingkungan yang stabil.

Kegagalan metode lama berulang kali terjadi ketika diaplikasikan di kawasan hutan hujan yang rimbun.

Jejak digital hewan yang sedang dipantau langsung menghilang begitu mereka melangkah ke area bayangan atau bergerak di balik semak yang tebal.

>>> Michael dan The Devil Wears Prada 2 Kembali Kuasai Box Office

Perubahan kondisi lingkungan yang sederhana ini sering kali menghancurkan persiapan pengamatan yang telah memakan waktu lama. Kondisi tersebut pada akhirnya memicu rasa frustrasi di kalangan para peneliti.