Tengku Nadira Adnan menjalani prosesi siraman dan sungkeman menjelang pernikahannya dengan Teuku Agassi Revano Harsya pada Minggu, 17 Mei 2026. Rangkaian acara berlangsung hangat dengan balutan adat Jawa yang kental.

Acara digelar secara outdoor dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat kedua mempelai. Pada momen tersebut, Nadira tampil dengan dua busana berbeda yang mencuri perhatian.

>>> Google Luncurkan Fitur Rambler Gboard untuk Sempurnakan Mengetik Lewat Suara

Penampilan Elegan saat Sungkeman

Dalam prosesi sungkeman, Tengku Nadira mengenakan kebaya brokat bernuansa sage green dengan potongan fit to body. Desain lengan panjang dan detail slit pada bagian depan membuat tampilannya terlihat modern tanpa meninggalkan sentuhan tradisional.

Kebaya tersebut menggunakan model kerah setali yang membentuk siluet V neck. Bros dipasang pada bagian depan sebagai aksen pemanis sekaligus mempertegas kesan mewah.

Detail lain terlihat pada bagian pundak yang diberi aksen padding sehingga menciptakan tampilan lebih tegap. Untuk bawahannya, Nadira memadukan kebaya dengan kain jarit batik wiru.

Busana Basahan Bernuansa Tradisional

Sementara saat prosesi siraman, Nadira tampil memakai kain jarik cokelat bermotif etnik yang dibentuk menjadi kemben tradisional. Nuansa adat Jawa tampak dominan dalam keseluruhan penampilannya.

Busana basahan tersebut dilengkapi rangkaian ronce melati yang menutupi sebagian tubuh. Dalam tradisi Jawa, melati memiliki makna kesucian dan harapan baik menjelang kehidupan baru.

Ronce melati juga dikenakan sebagai hiasan kepala menyerupai bandana dengan motif yang dibuat senada. Sentuhan tersebut membuat penampilan Nadira terlihat anggun dan khas pengantin adat.

Keluarga Tampil Serasi

Tak hanya calon pengantin, keluarga besar juga tampil kompak mengenakan busana tradisional Jawa. Para perempuan terlihat memakai kebaya lengkap dengan kain batik, sementara nuansa warna yang dipilih tampak serasi.

Keseluruhan suasana acara menghadirkan kesan elegan dan hangat layaknya keluarga bangsawan. Sentuhan adat yang kuat menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian pranikah pasangan tersebut.