Fenomena RAMageddon Picu Lonjakan Harga Laptop dan Gadget Global
Fenomena RAMageddon tengah mengguncang pasar gadget global.
Kelangkaan chip memori akibat pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) menjadi penyebab utama.
>>> AS Izinkan Ekspor Chip AI Nvidia H200 ke China untuk 10 Perusahaan Teknologi
Akibatnya, harga laptop dan berbagai perangkat elektronik diprediksi melonjak drastis pada 2026.
Apa Itu RAMageddon?
RAMageddon adalah istilah yang menggambarkan krisis pasokan memori RAM dan flash.
Krisis ini dipicu oleh permintaan besar dari pusat data AI yang membutuhkan memori berkapasitas tinggi.
Produsen chip memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan produksi ke chip untuk AI.
Akibatnya, pasokan untuk perangkat konsumen seperti laptop dan ponsel pintar berkurang.
Dampak pada Harga Laptop dan Gadget
Kenaikan harga diprediksi mencapai 15-20% untuk laptop kelas menengah ke bawah.
Laptop murah dengan harga di bawah Rp10 juta akan sulit ditemukan.
Produsen cenderung memproduksi laptop premium dengan margin lebih tinggi.
Konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan perangkat baru.
Selain laptop, harga ponsel pintar dan tablet juga ikut terpengaruh.
Penyebab Utama: Ledakan AI
Pertumbuhan AI generatif seperti ChatGPT membutuhkan daya komputasi besar.
Pusat data AI memerlukan memori berkecepatan tinggi dalam jumlah masif.
>>> Bill Gates Foundation Lepas 30 Juta Nyamuk Wolbachia di Kolombia untuk Lawan DBD
Permintaan ini menguras kapasitas produksi chip memori global.
Produsen memori lebih memilih memenuhi pesanan AI yang lebih menguntungkan.
Akibatnya, pasokan untuk pasar konsumen menjadi terbatas.
Kapan Krisis Ini Akan Berakhir?
Analis memperkirakan krisis akan berlangsung hingga 2027 atau lebih.
Pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk beroperasi.
Sementara itu, permintaan AI terus meningkat setiap tahun.
Konsumen disarankan untuk membeli gadget sekarang jika memungkinkan.
Atau bersiap dengan anggaran lebih besar di masa depan.
Tips Menghadapi Lonjakan Harga
Pertimbangkan membeli perangkat bekas berkualitas untuk menghemat biaya.
Cari promo atau diskon dari e-commerce terpercaya.
Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan, saat membeli gadget baru.
>>> OpenAI Amankan Sistem Internal Pasca Serangan Rantai Pasok
Pantau terus perkembangan harga dan ketersediaan stok.
Update Terbaru
Video Body Cam Bantah Klaim Dianna Russini Soal FaceTime dengan Pelatih Vikings
Selasa / 30-06-2026, 20:25 WIB
Hajime Moriyasu Terpukul Jepang Angkat Koper Lebih Cepat Usai Dipermalukan Brasil
Selasa / 30-06-2026, 20:24 WIB
Prediksi Prancis vs Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 30-06-2026, 20:24 WIB
Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Kalah Adu Penalti dari Paraguay
Selasa / 30-06-2026, 20:22 WIB
KPK Amankan Mobil dan Transaksi Keuangan dalam OTT di Kuansing
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
BSI Sambut Penempatan SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Produktif
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
BGN Temui Amran, Minta Pasokan Telur dan Sayur untuk Dapur MBG di Timur RI
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
Survei: 15% Gen Z Bawa Orang Tua saat Wawancara Kerja, Bahkan Bantu Nego Gaji
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
BEI Ingatkan Investor Jangan Sekadar Ikut Tren, FOMO Hambat Pendalaman Pasar
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
DEN Minta Persetujuan Blending Batu Bara Tak Hambat Pasokan PLTU
Selasa / 30-06-2026, 20:21 WIB
Dampak Perang Rusia-Ukraina: Burung Bersarang dari Kabel Optik Drone
Selasa / 30-06-2026, 20:20 WIB
Microsoft: Indonesia Jadi Salah Satu Pengguna AI Paling Maju di Dunia Kerja
Selasa / 30-06-2026, 20:19 WIB
Laba Bersih MDKA Melonjak 4.523% pada Kuartal I 2026, Ditopang Emas dan Nikel
Selasa / 30-06-2026, 20:19 WIB
Susul Messi ke Amerika, Robert Lewandowski Resmi Gabung Chicago Fire, Kontrak Hingga 2028
Selasa / 30-06-2026, 20:15 WIB






