Iran mengusulkan pengenaan pajak baru pada kabel internet bawah laut yang melintasi Selat Hormuz.

Usulan ini menyasar perusahaan teknologi global yang menggunakan infrastruktur tersebut.

>>> Ericsson Ungkap Kesenjangan Adopsi AI dan 5G di Industri Telekomunikasi

Rencana Biaya Lisensi dan Transit

Pemerintah Iran berencana menarik biaya lisensi dan transit dari perusahaan internasional.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan pendapatan negara dari infrastruktur digital strategis.

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi lalu lintas data global.

Dampak Potensial bagi Perusahaan Teknologi

Perusahaan seperti Google, Amazon, dan Meta bisa terkena dampak kebijakan ini.

Mereka menggunakan kabel bawah laut untuk menghubungkan pusat data di berbagai benua.

Biaya tambahan berpotensi meningkatkan biaya operasional mereka.

>>> Meta Uji Coba Fitur Instants di Instagram untuk Berbagi Momen Tanpa Edit

Reaksi Internasional

Belum ada tanggapan resmi dari negara-negara lain terkait usulan Iran.

Namun, kebijakan serupa pernah menuai kritik karena dianggap menghambat arus informasi bebas.

Para ahli memperingatkan potensi fragmentasi internet global.

Latar Belakang Geopolitik

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai titik rawan konflik energi.

Kini, jalur tersebut juga menjadi pusat perhatian dalam persaingan digital.

Iran ingin memanfaatkan posisi geografisnya untuk keuntungan ekonomi.

>>> Google Garap Fitur Quick Share untuk Kirim File ke iPhone Lewat Kode QR

Langkah ini sejalan dengan upaya Iran memperkuat kedaulatan digitalnya.