Gregoria Mariska Tunjung Tinggalkan Pelatnas PBSI usai 12 Tahun Mengabdi

Tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, resmi mengakhiri kiprahnya di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung setelah menjalani pengabdian selama 12 tahun.

Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis, 15 Mei 2026. Langkah Gregoria mundur dari Pelatnas disebut diambil untuk memfokuskan diri pada pemulihan kondisi kesehatan dan fisiknya.

PP PBSI memastikan keputusan itu berasal dari keinginan sang pemain setelah mempertimbangkan situasi yang dihadapi dalam beberapa waktu terakhir.

PBSI Hormati Keputusan Gregoria

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyatakan federasi menghormati pilihan yang diambil atlet yang akrab disapa Jorji tersebut.

Menurutnya, persaingan di level internasional menuntut kesiapan fisik dan mental yang maksimal. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih, Gregoria dinilai membutuhkan waktu untuk fokus menjalani pemulihan.

PBSI menilai langkah rehat dari atmosfer kompetitif Pelatnas menjadi keputusan paling realistis demi menjaga kondisi atlet dalam jangka panjang.

Perjalanan Panjang Gregoria di Sektor Tunggal Putri

Gregoria mulai bergabung dengan Pelatnas PBSI pada 2014 dan berkembang menjadi tulang punggung sektor tunggal putri Indonesia.

Selama berada di Cipayung, pebulu tangkis kelahiran Wonogiri itu mencatat sejumlah pencapaian penting bagi Indonesia.

  • Juara Dunia Junior 2017
  • Menembus peringkat 10 besar dunia
  • Meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024

Pencapaian tersebut membuat Gregoria menjadi salah satu pemain yang mampu mengangkat kembali prestasi tunggal putri Indonesia di level dunia.

Perjalanan kariernya juga diwarnai berbagai tantangan, mulai dari penurunan performa hingga kritik publik. Namun, Gregoria berhasil bangkit dan menunjukkan konsistensi di berbagai turnamen BWF World Tour dalam beberapa musim terakhir.