Kronologi Polemik Penilaian

Kontroversi terjadi pada babak final saat peserta mendapat pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan presiden.

Namun, jawaban tersebut dinyatakan salah dan tim mendapat pengurangan poin sebesar lima angka.

Dyastasita selaku juri menyatakan pihaknya tidak mendengar penyebutan frasa “Dewan Perwakilan Daerah” dalam jawaban peserta.

Situasi memicu protes setelah pertanyaan serupa diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.

Tim tersebut menyampaikan jawaban dengan substansi yang dinilai sama dan langsung memperoleh poin penuh.

Perwakilan SMAN 1 Pontianak kemudian menyampaikan keberatan karena merasa jawaban mereka tidak berbeda secara materi.

Dalam perdebatan yang terekam video, juri tetap mempertahankan keputusan awal dengan alasan unsur jawaban sebelumnya dianggap tidak lengkap.

Reaksi Publik di Media Sosial

Video perdebatan antara peserta dan dewan juri langsung menyebar luas di media sosial dan menuai berbagai tanggapan.

Banyak warganet menilai penilaian yang diberikan tidak konsisten dan terlalu berfokus pada teknis penyampaian dibanding substansi jawaban.

Akun pendukung SMAN 1 Pontianak juga meminta adanya penjelasan terbuka terkait mekanisme penilaian dalam perlombaan tersebut.

Di tengah polemik yang berkembang, SMAN 1 Sambas akhirnya ditetapkan sebagai juara dan berhak mewakili Kalimantan Barat pada tingkat nasional di Jakarta.