Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati Terungkap, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban

Dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memicu perhatian luas setelah jumlah korban disebut mencapai puluhan santriwati.

Pengasuh pondok, Ashari (58), kini berstatus tersangka. Ia diduga melakukan tindakan asusila terhadap para santriwati dengan memanfaatkan posisi dan pengaruhnya di lingkungan pesantren.

Korban Diduga Mencapai Puluhan Orang

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkapkan jumlah korban diperkirakan antara 30 hingga 50 orang berdasarkan kesaksian yang dihimpun.

Sebagian besar korban merupakan remaja belasan tahun, banyak di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu dan yatim piatu.

Kasus ini mulai mencuat setelah salah satu korban berani melapor dan membuka dugaan praktik yang telah berlangsung sejak 2022.

Modus Berkedok Ajaran Spiritual

Dalam keterangannya, Ali menyebut tersangka diduga menggunakan doktrin keagamaan yang menyimpang untuk mengendalikan korban.

Ashari disebut mengklaim dirinya sebagai sosok wali dengan kemampuan luar biasa serta menyatakan sebagai keturunan nabi yang harus dihormati.

Para korban diminta menuruti perintah dengan iming-iming keselamatan spiritual, termasuk ancaman akan dikeluarkan dari pesantren jika menolak.

Sejumlah santriwati juga mengaku dihubungi pada malam hari untuk datang ke ruang pribadi tersangka dengan berbagai alasan.

>>> Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan Tiga Orang, Ratusan Penumpang Tertahan di Laut

Kasus Sempat Mandek pada 2024

Laporan awal terkait dugaan serupa sebenarnya telah masuk ke kepolisian pada 2024, melibatkan beberapa korban.

Namun proses hukum tidak berlanjut setelah sebagian pelapor menarik keterangan dengan alasan penyelesaian secara kekeluargaan.

Perkembangan terbaru muncul setelah korban lain kembali melaporkan kasus tersebut disertai pendampingan hukum.