Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan Tiga Orang, Ratusan Penumpang Tertahan di Laut

Wabah penyakit yang diduga berasal dari hantavirus mengguncang perjalanan kapal pesiar M/V Hondius di Samudra Atlantik. Insiden ini menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia dan membuat sekitar 150 orang masih tertahan di atas kapal.

Kapal berbendera Belanda tersebut hingga kini belum mendapatkan izin untuk menurunkan penumpang maupun awak saat berada di perairan Cape Verde.

Kronologi Kejadian di Atas Kapal

Pelayaran dimulai dari Ushuaia, Argentina, pada Maret 2026 sebagai ekspedisi menuju Antarktika. Dalam perjalanan tersebut, kasus pertama muncul ketika seorang pria asal Belanda meninggal dunia pada 11 April 2026.

Jenazahnya baru diturunkan hampir dua pekan kemudian di St Helena. Istrinya yang mendampingi proses tersebut kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia tiga hari setelahnya.

Satu penumpang lain asal Inggris dilaporkan mengalami kondisi serius hingga harus dievakuasi ke Afrika Selatan. Pemeriksaan otoritas setempat memastikan pasien tersebut positif hantavirus.

Selain itu, otoritas Belanda juga mengonfirmasi bahwa penumpang perempuan yang meninggal dunia terinfeksi virus yang sama.

Mengenal Hantavirus dan Cara Penularannya

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat memicu penyakit berat hingga kematian pada manusia. Penularannya umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

Infeksi terjadi saat manusia terpapar urine, kotoran, atau air liur hewan yang terinfeksi. Risiko meningkat ketika partikel kotoran yang telah mengering terhirup ke dalam saluran pernapasan.

Kondisi tersebut bisa terjadi, misalnya, saat membersihkan area yang terkontaminasi tanpa perlindungan memadai sehingga debu berbahaya beterbangan di udara.

Gejala Awal Sering Disalahartikan sebagai Flu

Pada tahap awal, infeksi hantavirus kerap menyerupai flu sehingga sulit dikenali. Gejala biasanya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan.