Ade Armando Mundur dari PSI Usai Gelombang Laporan Ormas

Keputusan mengejutkan datang dari Ade Armando yang menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di tengah tekanan publik yang kian menguat.

Langkah tersebut diambil setelah dirinya menghadapi serangkaian laporan hukum yang diajukan oleh puluhan organisasi masyarakat.

Alasan Mundur untuk Lindungi Partai

Dalam keterangan resminya, Ade menilai ada pola terorganisir yang mengarah pada upaya menjatuhkan dirinya sekaligus menyeret partai.

Ia menyebut laporan yang datang kali ini berbeda karena dinilai lebih sistematis dan berpotensi berdampak pada PSI secara kelembagaan.

"Saya menangkap kalau memang ada upaya sengaja, beramai-ramai, ingin menghabisi saya, dan kemudian menghabisi PSI," ujarnya dalam konferensi pers.

Tekanan Hukum dan Publik Menguat

Gelombang laporan terhadap dirinya disebut berasal dari sekitar 40 organisasi masyarakat yang membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Situasi ini dinilai berisiko memperluas persoalan dari ranah pribadi menjadi isu yang melibatkan partai secara keseluruhan.

Ade mengaku tidak asing dengan laporan hukum, namun kondisi saat ini dianggap memiliki eskalasi yang berbeda.

Tegaskan Tidak Ada Konflik Internal

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Ade menegaskan bahwa keputusannya tidak berkaitan dengan konflik di internal partai.

Ia memastikan hubungan dengan pengurus dan kader PSI tetap berjalan baik tanpa adanya keretakan.

"Keputusan ini diambil bukan karena adanya konflik internal," tegasnya.

>>> Istri Bambang Nuryatno Rachmadi Terungkap, Pengusaha Franchise dan Eks Bos Bank yang Disorot

Langkah Pribadi dan Tanggung Jawab Moral

Ade menjelaskan pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi yang diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Ia berharap langkah ini dapat mencegah PSI ikut terseret dalam persoalan hukum yang tengah dihadapinya.

Dengan demikian, partai diharapkan dapat kembali fokus menjalankan agenda politik tanpa terganggu isu yang bersifat personal.