Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024, Pasar Saham Global Ikut Tertekan
Tekanan kuat melanda pasar keuangan pada Selasa waktu setempat. Harga bitcoin jatuh ke level terendah sejak akhir 2024, sementara indeks saham utama Wall Street ditutup di zona merah.
Sentimen kehati-hatian meningkat di tengah kekhawatiran investor terhadap sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan, serta memanasnya situasi geopolitik.
Indeks Saham AS Kompak Melemah
Indeks Dow Jones ditutup turun 167 poin atau 0,34 persen setelah sempat merosot lebih dari 500 poin pada perdagangan intraday. S&P 500 melemah 0,84 persen, sedangkan Nasdaq terkoreksi 1,43 persen.
Tekanan terbesar datang dari saham teknologi dan perangkat lunak. S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan harian terburuk dalam dua pekan terakhir.
Bitcoin Terpukul, Emas Menguat
Bitcoin sempat anjlok hampir 7 persen dan menyentuh level di bawah 73 ribu dolar AS sebelum berbalik naik tipis ke kisaran 76.800 dolar AS. Posisi tersebut menjadi yang terendah sejak November 2024.
Dalam empat bulan terakhir, harga bitcoin tercatat merosot sekitar 40 persen dari rekor tertinggi di atas 126 ribu dolar AS yang dicapai pada Oktober lalu.
Di tengah tekanan aset berisiko, logam mulia justru menguat. Harga emas melonjak 6,7 persen menjadi 4.965 dolar AS per troy ounce, sementara perak melesat sekitar 10 persen ke level 85 dolar AS per troy ounce.
Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi
Pasar saham juga dibayangi kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan pada model bisnis perusahaan perangkat lunak. Sejumlah saham teknologi besar mencatatkan penurunan signifikan.
Investor menilai perkembangan AI berpotensi menggerus pangsa pasar perusahaan jasa dan perangkat lunak, sehingga mendorong rotasi investasi ke sektor lain.
Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Tekanan pasar meningkat setelah muncul laporan insiden militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Indeks volatilitas VIX melonjak hingga menyentuh level yang mencerminkan peningkatan ketidakpastian pasar.
Harga minyak ikut bergerak naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, sementara indeks dolar AS melemah tipis setelah reli dalam dua hari sebelumnya.
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






