Bell's Palsy Bukan Strok, Kenali Gejala Khas pada Wajah
Bell's palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada otot-otot salah satu sisi wajah secara tiba-tiba. Akibatnya, wajah tampak terkulai atau tidak simetris.
Meski gejalanya mirip strok, Bell's palsy tidak disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada saraf fasialis yang mengendalikan gerakan otot wajah.
>>> Komisi XI Masih Menunggu Penugasan Bamus untuk Uji Kelayakan Calon Gubernur BI
Perbedaan Bell's Palsy dan Strok
Strok umumnya disertai gejala lain seperti kelemahan separuh badan, gangguan bicara, badan lemas, hingga penurunan kesadaran. Bell's palsy hanya memengaruhi satu sisi wajah tanpa gejala sistemik tersebut.
Gejala Bell's palsy muncul tiba-tiba dan berkembang dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Tingkat keparahannya bervariasi, dari kelemahan ringan hingga kelumpuhan total.
Gejala Khas Bell's Palsy pada Wajah
Penderita kesulitan membuat ekspresi pada sisi wajah yang terkena, seperti membuka dan menutup mata, tersenyum, atau mengernyitkan dahi.
>>> Longsor di Morowali Utara: 2.104 Jiwa Terisolir, Akses Jalan Putus
Nyeri telinga dan sekitar rahang sering muncul sebelum kelemahan wajah terlihat. Telinga di sisi yang sakit juga menjadi lebih sensitif terhadap suara.
Sakit kepala, pusing, dan penurunan kemampuan indra perasa, terutama di bagian depan lidah, juga bisa terjadi. Mulut yang terkena mudah berliur.
Produksi air liur dan air mata bisa berubah. Sebagian penderita mengalami mata lebih berair, sementara yang lain justru merasa mata atau mulut lebih kering.
>>> Kuwait dan Bahrain Kirim Jet Tempur Serang Target di Iran
Penyebab dan Pencegahan
Penyebab pasti Bell's palsy belum diketahui.
Namun, banyak ahli menduga kondisi ini dipicu oleh peradangan dan pembengkakan saraf wajah akibat infeksi virus, seperti virus herpes.
Untuk mengurangi risiko, jalani gaya hidup sehat dengan memperbanyak asupan serat dan berolahraga rutin. Pemeriksaan kesehatan berkala juga penting untuk deteksi dini.
>>> Ayah dan Anak Tewas di Palu, Istri Kritis Akibat Pembunuhan
Meski Bell's palsy bisa sembuh sendiri, penderita tetap perlu mendapat pertolongan medis untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.
Update Terbaru
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Perlambatan Bicara Bisa Jadi Tanda Awal Penurunan Kognitif
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Hirup Aroma Saat Tidur Tingkatkan Memori Hingga 226% Menurut Studi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Industri AI Hadapi Gelombang Kebencian Publik Akibat Tindakan Buruk
Senin / 27-07-2026, 22:02 WIB
Minyak Esensial Pepermin Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB







