Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni angkat bicara setelah potongan videonya viral di media sosial.
Dalam video itu, ia memanggil Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dengan sebutan 'tante cantik' saat kunjungan kerja di Ternate.
>>> Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Video tersebut diambil saat Sahroni memperkenalkan Sherly di hadapan tamu undangan. Acara itu turut dihadiri Kapolda dan Kajati Maluku Utara.
"Kami dari Komisi III bersama Pak Kapolda dan Pak Kajati kunjungan kerja sekaligus mengunjungi Gubernur Maluku Utara, 'tante cantik ini', yang siap menerima kunjungan dari para lelaki yang ada di Republik Indonesia.
Kami tunggu Anda di Bella Hotel Ternate," ujar Sahroni dalam video tersebut.
Ucapan itu langsung menuai kritik dari warganet. Banyak yang menilai pilihan kata tersebut tidak pantas disampaikan kepada seorang kepala daerah dalam forum resmi.
Sebagian warganet menyoroti etika pejabat publik saat menjalankan tugas negara. Mereka berpendapat candaan tetap memiliki batas, apalagi dalam acara kedinasan.
Namun, ada pula yang membela Sahroni. Mereka menganggap ucapannya hanya kelakar spontan untuk mencairkan suasana dan tidak perlu dipermasalahkan.
>>> Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Menanggapi polemik, Sahroni memberikan klarifikasi melalui Instagram pribadinya.
Ia mengunggah foto bersama Sherly dan menjelaskan bahwa candaan itu muncul karena hubungan persahabatan yang sudah lama terjalin.
"Sy sm @s_tjo tuh kawanan baik sm almarhum suaminya om benlos... Bahhhh para fans tante ser jgn pd ngamuk yeee, sy mah sahabatan," tulis Sahroni.
Ia menegaskan sapaan tersebut adalah bentuk keakraban antarsahabat. Tidak ada niat untuk merendahkan martabat atau kapasitas kepemimpinan Gubernur Maluku Utara.
Meski sudah klarifikasi, polemik belum sepenuhnya mereda.
>>> Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Kolom komentar unggahan Sahroni masih dipenuhi kritik, menunjukkan perdebatan soal batas candaan dan etika pejabat publik terus bergulir.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







