Pengadilan Banding Blokir Perintah Trump yang Batasi Pemilu Surat
Pengadilan banding federal pada Sabtu, 25 Juli 2026, menolak permintaan Departemen Kehakiman untuk menunda putusan pengadilan rendah yang memblokir perintah eksekutif Presiden Donald Trump terkait pembatasan pemilu melalui surat.
Keputusan 2-1 dari Pengadilan Banding Sirkuit Pertama di Boston ini mempertahankan injunksi yang dikeluarkan Hakim Distrik Indira Talwani pada 25 Juni.
>>> India Kembali ke Puncak Ranking T20I ICC Usai Kalahkan Zimbabwe
Para hakim menyatakan bahwa perintah eksekutif tersebut menetapkan tenggat waktu yang mendesak bagi negara bagian untuk berkoordinasi dengan pejabat federal dan mematuhi prosedur pemilu baru.
Menurut pengadilan, negara bagian penggugat tidak punya pilihan praktis selain merespons perintah itu sekarang, mengingat jadwal pemilu yang akan datang pada September dan November.
Perintah Eksekutif 14399 yang ditandatangani pada Maret mengarahkan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menyusun daftar kelayakan pemilih berdasarkan basis data federal.
Perintah itu juga meminta Layanan Pos AS membatasi pengiriman surat suara hanya kepada individu dalam daftar pemilu surat yang disetujui negara bagian, serta mendorong Departemen Kehakiman memprioritaskan penuntutan pejabat pemilu lokal yang memberikan surat suara kepada pemilih tidak memenuhi syarat.
>>> India Pilih Bat First di T20I Ketiga Lawan Zimbabwe, Incar Sapu Bersih
Gugatan terhadap perintah ini dipimpin oleh California, Massachusetts, Nevada, dan Washington, bersama 19 negara bagian lainnya.
Mereka berargumen bahwa Konstitusi AS memberikan wewenang utama atas administrasi pemilu kepada pemerintah negara bagian dan Kongres, bukan cabang eksekutif.
Hakim Talwani sebelumnya menyatakan presiden tidak memiliki wewenang untuk mengarahkan lembaga federal memberlakukan mandat pemilu baru atau menerapkan daftar pemeriksaan kewarganegaraan.
>>> Nottingham Forest Uji Coba Lawan Vitoria Guimaraes di Portugal
Departemen Kehakiman mengindikasikan akan meminta bantuan darurat dari Mahkamah Agung AS sementara banding utama berlangsung.
Update Terbaru
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Perlambatan Bicara Bisa Jadi Tanda Awal Penurunan Kognitif
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Hirup Aroma Saat Tidur Tingkatkan Memori Hingga 226% Menurut Studi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Industri AI Hadapi Gelombang Kebencian Publik Akibat Tindakan Buruk
Senin / 27-07-2026, 22:02 WIB
Minyak Esensial Pepermin Berpotensi Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Senin / 27-07-2026, 22:00 WIB







