Distrik Sekolah di Kentucky Sesuaikan Menu Akibat Wabah Cyclospora
Departemen gizi sekolah di seluruh Kentucky mulai mengubah penawaran menu dan mengevaluasi kembali pemasok produk segar untuk melindungi siswa dari wabah Cyclospora yang telah mempengaruhi sembilan negara bagian.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengaitkan wabah parasit gastrointestinal ini dengan selada iceberg Taylor Farms yang diimpor dari Meksiko.
>>> Besok Transmart Full Day Sale, Aneka Elektronik Turun Harga
Parasit ini menyebabkan muntah dan diare berkepanjangan.
Para pemimpin layanan makanan setempat menyesuaikan operasi mereka menjelang tahun ajaran baru untuk mengurangi risiko.
Langkah-Langkah Distrik Sekolah
Di Montgomery County, pejabat gizi sekolah memantau panduan dari badan kesehatan federal sambil mempertahankan prosedur keselamatan yang ada untuk 4.500 siswa.
Direktur Gizi Sandy Jones menjelaskan bahwa distrik tersebut sebagian besar bergantung pada pemasok domestik dan tidak menggunakan selada impor dari Taylor Farms.
"Ketika hal seperti itu muncul di berita dan lebih banyak informasi keluar, kami sudah memiliki rencana cadangan," kata Jones.
Distrik ini mematuhi langkah-langkah sanitasi yang direkomendasikan sambil bersiap beralih ke pertanian lokal untuk produk segar musim gugur ini.
"Pandangan saya adalah kami akan terus melakukan apa yang kami lakukan.
>>> Israel Kaget Iran Bangun Infrastruktur dengan Cepat saat Perang
Kami akan mencuci dengan air mengalir dan menggosok dengan sikat, semua yang direkomendasikan CDC, dan melakukan yang terbaik sampai kami tahu sumbernya," ujar Jones.
Tindakan lebih cepat diambil oleh sekolah umum Rowan County yang secara preventif menghapus beberapa sayuran segar dari rencana makan awal musim gugur mereka.
"Kami memutuskan untuk mengeluarkan selada dan tomat dari menu untuk awal tahun ajaran," kata Kiser.
Distrik tersebut berencana mengamankan produk segar alternatif sebelum kelas dimulai.
"Kami berharap pada minggu pertama sekolah sudah ada pengadaan produk segar yang bisa menggantikan yang biasa kami dapatkan secara komersial," kata Kiser.
Para pemimpin layanan makanan menekankan bahwa protokol ketat tetap penting untuk menjaga kesehatan siswa.
>>> Hasil Piala AFF: Malaysia Comeback Hajar Myanmar 2-1
"Kami memiliki prosedur dan protokol yang tidak dilakukan restoran lain, dan kami memegang standar yang sangat tinggi karena kami tidak ingin mengambil risiko membuat anak-anak kami sakit," tegas Kiser.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







