Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen sebagai Fondasi Regulasi AI Nasional
Pemerintah Indonesia mempercepat pembentukan Otoritas Pelindungan Data Pribadi (OPDP) yang akan beroperasi secara independen. Lembaga ini menjadi fondasi utama dalam penyusunan regulasi kecerdasan artifisial (AI) yang tengah difinalisasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa OPDP dirancang sebagai lembaga independen di luar struktur Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
>>> Multirealm Games Percepat Ekspansi ke Amerika Latin dan Eropa
Meski demikian, lembaga ini tetap menyampaikan laporan kepada Presiden melalui kementerian tersebut.
"Badan pelindungan data pribadi ini akan bekerja secara independen dengan seluruh strukturnya, tetapi semua laporannya ditujukan kepada Presiden melalui Kementerian Komdigi," ujar Nezar dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).
Pembentukan OPDP menjadi bagian dari tahap akhir penyusunan Peraturan Presiden tentang Pelindungan Data Pribadi yang ditargetkan selesai dalam sekitar dua bulan ke depan.
Pelindungan Data dan AI Disusun Bersamaan
Secara paralel, pemerintah juga merampungkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional. Kedua regulasi ini dirancang sebagai kerangka utama tata kelola AI di Indonesia.
>>> Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat
Nezar menegaskan bahwa pengembangan AI tidak bisa dipisahkan dari perlindungan data pribadi. "Fondasi tata kelola AI bertumpu pada dua aspek utama, yaitu etika AI dan pelindungan data pribadi.
Karena itu, penyusunan kedua Peraturan Presiden tersebut berjalan bersamaan agar Indonesia memiliki kerangka regulasi yang mampu mendorong inovasi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat," katanya.
Regulasi AI Berbasis Risiko
Pemerintah memilih pendekatan risk-based regulation dalam tata kelola AI. Setiap sistem AI akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat risikonya, mulai dari rendah, menengah, hingga tinggi.
>>> Bukalapak Fokus ke Gaming, Joytify Jadi Senjata Ekspansi Global
Semakin besar potensi dampak terhadap masyarakat, semakin ketat pengawasan dan persyaratan yang harus dipenuhi pengembang. Nezar menekankan bahwa strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan publik.
Update Terbaru
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB







