Lockheed Martin Rancang Glide Body Hipersonik yang Bisa Diproduksi Massal
Lockheed Martin meluncurkan glide body hipersonik baru bernama NXGB (Next Generation Glide Body).
Yang menarik bukan hanya kecepatannya, tetapi pendekatan produksi yang disebut "manufacturing-first" untuk membuatnya murah dan cepat diproduksi massal.
>>> Jajal Tecno Pova 8: Baterai 8.000 mAh dan Alive Matrix Jadi Andalan
Selama ini, senjata hipersonik dikenal sangat mahal dan sulit dibuat, sehingga jumlahnya terbatas. NXGB dirancang untuk mengubahnya.
Mengapa Produksi Massal Penting
Senjata hipersonik terbang setidaknya lima kali kecepatan suara dan bermanuver di atmosfer, membuatnya sulit dicegat.
Namun, tantangan teknik seperti suhu ekstrem hingga 3.000°F membuat produksinya rumit dan mahal.
Menurut Congressional Budget Office, biaya tinggi dan produksi terbatas menjadi kendala utama. NXGB hadir untuk menjawab masalah itu.
Johnathon Caldwell, VP Lockheed Martin, mengatakan NXGB adalah bentuk pencegahan generasi berikutnya yang efektif, terjangkau, dan dapat diproduksi dalam skala besar.
>>> Gap dan Hailey Bieber Luncurkan Koleksi Denim Nostalgis The Hailey Jean
Dukungan Kontrak Besar
Bersamaan dengan peluncuran NXGB, pemerintah AS memberikan kontrak tujuh tahun senilai hingga $35 miliar kepada Lockheed Martin untuk melipatgandakan produksi pencegat THAAD.
Pekerjaan akan dilakukan di Dallas, Sunnyvale, Troy, dan Camden, dengan periode kinerja Maret 2026 hingga Juni 2032.
Langkah ini menunjukkan Washington serius membangun basis manufaktur rudal yang lebih besar, tidak sekadar membeli konsep baru.
Lockheed Martin juga berinvestasi pada infrastruktur pabrik, kemampuan produksi canggih, dan kemitraan rantai pasok untuk mendukung produksi NXGB.
Persaingan semakin ketat. Reuters melaporkan Pentagon menjajaki kontrak dengan startup Castelion untuk memproduksi 500 rudal hipersonik Blackbeard per tahun.
>>> Bahlil: Blok Masela Mangkrak 28 Tahun, Baru Dieksekusi di Era Prabowo
Ini menunjukkan permintaan akan "massa yang terjangkau" semakin besar, mendorong raksasa pertahanan tradisional untuk berinovasi.
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







