Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Hari Ini
Presiden RI Prabowo Subianto akan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela atau Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa groundbreaking ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.
>>> Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
"Sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kawasan timur Indonesia," kata Pras dalam keterangannya.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar.
Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.
Ladang gas raksasa Abadi di Blok Masela telah tertunda selama puluhan tahun. Kini, proyek yang berstatus PSN ini akan memasuki tahap konstruksi pada 2027.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia terus mendorong percepatan proyek ini. Ia memastikan hambatan investasi yang pernah terjadi tidak akan terulang.
>>> Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Bahlil menyebut sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan perkembangan positif, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED).
"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Nah, setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu sama Inpex untuk segera jalan.
Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi," ujar Bahlil dalam acara Kajian Tengah Tahun INDEF, Kamis (25/6).
Ia menambahkan bahwa Blok Masela merupakan salah satu aset gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini.
Pemerintah menargetkan proyek yang dioperasikan oleh Inpex Corporation bersama mitranya dapat mulai berproduksi pada periode 2029-2030 guna memperkuat ketahanan energi nasional.
>>> Lionel Messi Bantah Argentina 'Anak Emas' FIFA: Kami ke Final karena Kerja Keras
"Tahun 2029 hingga 2030 sudah bisa terproduksi dan itu salah satu giant yang terbesar di Indonesia," ujar Bahlil.
Update Terbaru
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB







