Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tidak semua usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp984 triliun akan dipenuhi dalam penyusunan APBN 2027.

Pemerintah akan menyeleksi setiap usulan dan menyesuaikannya dengan target defisit APBN 2027 yang dipatok pada kisaran 1,8% hingga 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

>>> Ramalan Zodiak 5 Juli: Capricorn Disarankan Berhemat, Aquarius Hindari Spekulasi

"Kita lihat mana yang pantas, mana yang enggak. Kita kan ada target defisitnya berapa (2,40 persen), selama defisit dipenuhi ya sudah.

Tapi kelihatannya sih itu di atas defisit yang ada," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, dikutip Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan tidak akan memenuhi seluruh permintaan tambahan anggaran yang diajukan kementerian dan lembaga. "Mungkin kita liat, nggak akan sampe semuanya, pasti nggak semuanya akan dipenuhi," jelasnya.

Usulan Tambahan Capai Rp984 Triliun

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengungkapkan total usulan tambahan anggaran dari K/L untuk tahun anggaran 2027 mencapai Rp984 triliun.

Usulan tersebut berada di luar pagu indikatif belanja K/L tahun 2027 yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp1.389 triliun.

>>> Oknum Polisi Polres Tegal Ditahan, Dugaan Penyiraman Air Keras terhadap Istri Diusut

"Akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara komisi dengan mitra masing-masing. Pagu-nya Rp1.389 triliun.

Usulan tambahannya Rp984 triliun," kata Said dalam rapat kerja Banggar DPR, Senin (29/6/2026).

Apabila seluruh usulan tambahan anggaran tersebut disetujui, total belanja K/L pada 2027 akan mencapai Rp2.373,94 triliun.

Nilai tersebut meningkat sekitar 57,16% dibandingkan anggaran belanja K/L tahun 2026 yang sebesar Rp1.510,5 triliun.

>>> 100+ Nama Bayi Perempuan dengan Makna Cantik dan Cerdas

Meski demikian, pemerintah menegaskan alokasi akhir anggaran akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara serta komitmen menjaga disiplin APBN melalui target defisit yang telah ditetapkan.